September 27, 2022

Medan Cyber

Media Cyber Teraktual di Jagad Maya

DPRD: Jangan Sampai Kota Medan Koleksi Virus Covid -19

Medancyber.com – Medan

Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah, menegaskan jangan sampai Kota Medan mengoleksi Virus Covid -19. Bukan sebaliknya menghilangkan virus. Sebab posisi kasus terinfeksi Covid di Medan sudah tembus 15 ribu dan kondisi tersebut sudah sangat berbahaya. 

“Jika kita tidak mengambil keputusan yang tegas, takutnya kasus ini tetap tidak bisa berkurang. Meski pun vaksin masih terus berjalan, tapi ternyata vaksin tidak bisa menjamin masyarakat yang sudah divaksin tidak terinfeksi,” katanya kepada sejumlah wartawan menyoal data warga Kota Medan yang terinfeksi Covid-19 sudah sangat memperihatinkan itu, Selasa (20/4).

Dikatakan, situasinya di rumah sakit dalam keadaan penuh. Ini menunjukan bahwa problem saat ini sudah darurat. Kita tidak bisa lagi melakukan dengan perencanaan seperti biasa.

“Oleh Karena itu, saya menekankan kepada Pemerintah Kota Medan, terutama Dinas Kesehatan wajibkan setiap rumah sakit menerima pasien Covid,” sarannya.

Ketua DPD Partai NasDem Kota Medan ini menambahkan, Pemko Medan bisa membantu rumah sakit tersebut untuk memenuhi persyaratan menangani pasien Covid. Karena kita sudahlah di angka positif yang cukup banyak dan rumah sakit sudah tidak sanggup lagi menampung. 

“Inilah permasalahannya. Permasalahan yang paling besar kalau rumah sakit sudah tidak sanggup menampung. Itulah akhirnya nanti pasien Itu terpaksa di luar dan akhirnya dibiarkan meninggal,” ujarnya.

“Jangan sampai hal ini terjadi di Kota Medan, baru kita heboh. Sebenarnya dengan okupansi rumah sakit dengan sepenuh ini, seharusnya kita sudah panik. Kalau dalam minggu ini tidak ada juga tindakan, ini takutnya bila dibiarkan dalam dua atau tiga minggu ke depan kondisi ini sudah sangat parah. Kalau sempat sampai 100 persen terpaksa menolak, itu berarti kita membiarkan warga meninggal di tangan kita,” tambahnya.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan ini menyebut, dengan kondisi saat ini, pihaknya sangat berharap kepada media untuk turut berperan menjelaskan bahwa sekarang kapasitas di rumah sakit sudah hampir 100 persen.

“Jadi hal ini seharusnya menjadi cambuk bagi Dinas Kesehatan untuk mengantisipasinya,” pungkasnya. (rok/mc)