September 27, 2022

Medan Cyber

Media Cyber Teraktual di Jagad Maya

Wanita Hamil dan Lansia Ngeluh Diperlakukan Kasar Polisi, Begini Penjelasan Kapolsek Percut Seituan

Medancyber.com – Medan

Deasy Natalia Beru Sinulingga (33) Warga Jalan Bar, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, yang tengah hamil enam bulan diduga mendapat perlakuan kasar di Mapolsek Percut Seituan.

Deasy mengatakan, awalnya ia bersama ibunya Novie Ritani Lumban Tobing mendatangi Mapolsek Percut Seituan menanyakan laporan kasus KDRT LP/2254/X/2020/SPKT Percut yang dialaminya.

“Karena sudah lama menunggu untuk bertemu Kapolsek Percut Seituan menanyakan laporan itu, membuat ibu ku marah,” katanya, Selasa (20/4).

Lebih lanjut, Deasy mengungkapkan personil yang melihat ibunya marah-marah dengan kasar menyuruh keluar dari Mapolsek Percut Seituan yang mengakibatkan baju ibu koyak dan jarinya terkilir. “Selain mamak, saya pun juga mendapat perlakuan kasar dari oknum anggota Polsek Percut Seituan,” ungkapnya.

Sementara itu, Novie Ritani Lumban Tobing, mengaku sangat kecewa dengan kinerja Polsek Percut Seituan. “Saya sudah memohon agar kasus anak saya segera ditangani dan pelakunya segera ditahan. Namun Polsek Percut Seituan mengaku tak bisa sembarang menangkap orang. Lho, anak saya yang sudah jadi korban KDRT kok lama kali proses hukumnya. Memang ada saya bilang mau saya bakar Polsek ini karena sudah habis kesabaran saya, banyak kali alasan mereka,” cetusnya.

Menanggapi itu, Kapolsek Percut Seituan, AKP Janpiter Napitupulu, saat dikonfirmasi membantah semua tuduhan yang dikatakan Deasy dan ibunya.

“Itu hak dia (korban) yang jelas kami ada bukti, kasus ini sebenarnya anaknya dengan suaminya, korban melaporkan suaminya atas tuduhan penganiayaan Pasal 351 KUHPidana. Namun, setelah 10 hari kejadian baru korban melapor dan diterima unit PPA. Akan tetapi atas laporan itu korban tidak memiliki saksi dan visum pun tidak ada hasilnya karena sudah 10 hari. Kemudian kita gelar perkara di Poldasu dan hasilnya kasusnya dialihkan ke tindak kekerasan dalam rumah tangga, sementara saksi tak ada,” jelasnya.

Lanjutnya lagi, Janpiter menuturkan yang buat laporan anaknya, malah yang ribut orangtuanya dan dibilang akan membakar Mapolsek Percut Seituan sembari melempari baru.

“Kalau kami biarkan dia (ibu Deasy-red) melempari batu bisa pecahlah kaca mobil di Polsek ini. Cemana menurut bapak (awak media). Nanti dibilang orang pula Polsek aja tak bisa dijaga, apa lagi menjaga masyarakat. Kalau soal robek bajunya itu, dirobeknya sendiri. Apakah kami polisi berani memukuli orang, apa lagi seorang ibu, bukan tak bisa kami melaporkan atau menahan dia, karena seorang ibu makanya tak kami lakukan penahanan,” pungkasnya. (rok/bri/mc)