25.6 C
Medan
Saturday, 20 April 2024
spot_imgspot_imgspot_img

Samakan Perawat Dengan Tong Sampah, PPNI Sumut Polisikan Ratu Entok

Medancyber.com – Medan

Postingan yang dibuat Ratu Talisha alias Ratu Entok beberapa waktu lalu melalui media sosialnya dinilai menyebarkan ujaran kebencian kepada perawat. Bahkan Ratu Entok dalam video tersebut menyamakan perawat dengan tong sampah. 

Karena video itu, kini Ratu Entok harus berurusan dengan pihak berwajib. Pasalnya, Ratu Entok dilaporkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia Sumatera Utara (PPNI Sumut) ke Mapolda Sumut terkait kasus penghinaan profesi perawat pada 30 April 2021.

“Laporan itu telah tertuang dalam STTLP/B/791/IV/2021/SPKT/POLDA SUMUT. Kami dari PPNI telah melaporkan pemilik akun Tiktok @ratu_entok2, Irfan Satria Putra. Laporan ini karena postingan yang dinilai melecehkan profesi perawat,” ujar kata Ketua PPNI Sumut, Mahsur Al Hazkiyani, akhir pekan ini.

Lanjutnya, video viral si ratu entok tersebut juga diduga menyebarkan ujaran kebencian kepada perawat yang menganggap perawat seperti tong sampah.

“Dan untuk sekolah perawat menggadaikan hewan sangat menyakitkan dan melemahkan imun para perawat yang saat ini masih berjuang di garda terdepan dalam pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Sebelumnya, Ratu Entok sudah disomasi oleh PPNI karena postingan yang dibuatnya di Tiktok. Dilihat pada Selasa (20/4/2021), dalam postingannya, Ratu Entok menyinggung adanya perawat yang dipukul seorang pria.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia Sumatera Utara (PPNI Sumut) saat melaporkan Ratu Entok yang diduga melecehkan profesi perawat ke Mapolda Sumut.

Dia tidak menyebutkan dimana peristiwa itu. Tapi dia mengatakan peristiwa tersebut terjadi karena si pria marah infus anaknya yang dirawat lepas.

“Nggak tahulah ya mungkin bapak itu sangat sayang sama anaknya, ya namanya kita lagi kondisi sakit, infus putus ya mungkin bapak itu silap,” kata Ratu Entok dalam video itu.

Ratu Entok menerangkan, peristiwa itu merupakan peringatan besar kepada perawat yang ada di Indonesia. Sebab, peristiwa itu terjadi karena banyak perawat yang sombong saat merawat, khususnya pasien yang menggunakan kartu BPJS.

Baca Juga:   Hari Raya Idul Adha 1444 H, Rayon AMPI Medan Tembung Sembelih 2 Ekor Sapi Kurban

“Ini pukulan besar untuk semua perawat perawat karena selama ini kalian banyak yang sombong, banyak yang lantam, apalagi kalau merawat dari orang-orang miskin, dari BPJS, dari pakai surat miskin, dari pakai surat KIS,” ucapnya.

Tidak hanya menyebut sombong, Ratu Entok juga membeberkan ada perubahan dari wajah perawat jika merawat pasien yang menggunakan BPJS. Dia mengaku perawat sibuk main ponsel saat merawat pasien BPJS.

“Muka perawat kayak tong sampah, malam hari tidur ngorok, chat-an sama jantannya, teleponan sama jantannya, kita merawat sendiri anak kita, keluarga kita dalam ruangan,” pungkasnya.(rsi/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles