25 C
Medan
Friday, 23 February 2024
spot_imgspot_imgspot_img

Ini Penyebab Terjadinya Inflasi di Sumut

Medancyber.com – Medan

Sumatera Utara (Sumut) alami inflasi sebesar 0,08 persen pada April 2021. Inflasi ini diperoleh dari seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang ada di Sumut yaitu Sibolga sebesar 0,35 persen, Pematangsiantar sebesar 0,05 persen, Medan sebesar 0,04 persen, Padangsidimpuan sebesar 0,61 persen dan Gunung Sitoli sebesar 0,59 persen. 

Dengan demikian, gabungan 5 kota IHK di Sumut pada April 2021 terjadi inflasi 0,08 persen.

Dikatakan, Koordinator Fungsi Statistik Distributor Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Dinar Butar-Butar adapun komoditas yang mendominan terjadinya inflasi ini yakni bensin, cabai merah, emas perhiasan, minyak goreng, daging sapi. “Lalu cumi-cumi, pepaya, bawang putih, angkutan udara, dan jengkol. 10 komoditas inilah yang memberikan andil terjadinya inflasi di Sumut,” sebutnya, Senin (3/5/2021).

Untuk di Kota Medan, dijelaskan Medan tercatat inflasi 0,04 persen atau terjadi peningkatan IHK dari 104,18 pada Maret 2021 menjadi 104,22 pada April 2021. Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,22 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen, kelompok transportasi sebesar 0,81 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,13 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,02 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,70 persen. 

Koordinator Fungsi Statistik Distributor Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Dinar Butar-Butar saat memaparkan inflasi di Sumut melalui virtual.

“Sedangkan kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau deflasi 0,34 persen. Dua kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok pendidikan,” jelasnya. 

Ditambahkannya, dari 24 kota IHK di Pulau Sumatera, 17 kota tercatat inflasi. Inflasi tertinggi di Padangsidimpuan sebesar 0,61 persen dengan IHK sebesar 107,23 dan terendah di Medan sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 104,22. Sementara deflasi tertinggi di Tanjung Pinang sebesar 0,36 persen dengan IHK sebesar 103,95 dan terendah di Tanjung Pandan sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 107,83.(rsi/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles