25.5 C
Medan
Sunday, 14 April 2024
spot_imgspot_imgspot_img

Nani Apriliani, Tersangka Kasus Satai Beracun Sudah Nikah Siri Dengan Targetnya

Medancyber.com – Bantul

Fakta baru terungkap dalam kasus sate beracun. Nani Apriliani Nurjaman alias Tika, 25, tersangka pengorder satai beracun yang menyebabkan Naba Faiz Prasetyo meninggal dunia ternyata sudah menikah siri dengan Tomy, polisi yang dia incar untuk diracun.

Ketua RT 03 Cepokojajar, Sitimulyo, Piyungan, Agus Riyato, 40, mengatakan Nani dan Tomy telah menikah siri dan tinggal bersama selama setahun terakhir. Leduanya juga sempat bertemu dengan Agus untuk izin tinggal di lokasi tersebut.

“Saat itu Mbak Nani juga menelepon ibunya. Dan ibunya bilang nitip anaknya. Ibunya juga bilang mereka sudah nikah siri,” kata bapak anak tiga ini, Selasa (4/5/2021).

Menurut dia, ada bukti dari sebagian warga yang menyatakan Tomy dan Nina telah menikah siri.

“Sebagian warga sini ada yang kasih bukti kalau mereka nikah siri,” ujar Agus.

Menurut Agus, rumah yang ditinggali Nani sudah dibeli dan sedang dalam proses balik nama. “Kalau atas nama siapa saya kurang tahu,” ujar dia.

Awalnya Agus tidak mengetahui Tomy adalah anggota polisi. Ia mengetahuinya setelah melihat fotokopi KTP Tomy yang bertuliskan pekerjaan sebagai anggota Polri.

Agus mengaku kaget dengan kasus sate beracun dan mengetahuinya setelah ada salah satu warga mengatakan Nani telah ditetapkan sebagai tersangka. “Setelah itu saya cek di Facebook baru tahu,” ucap Agus.

Menurut Agus, Nani bekerja di tempat kosmetik Nani biasa keluar pagi dan pulang malam.

“Itu (Nani) orangnya baik. Orangnya kan jarang (jarang berkomunikasi dengan warga) pulangnya kan malam. Ndak ada yang mencurigakan. Biasa saja. Wong pas pertama menempati rumah juga undang beberapa orang untuk doakan,” ucap Agus.

Tetangga Nani, Eni Wulandari, 50, mengatakan Nani dengan Tomy adalah pasangan suami istri. Keduanya sering datang ke rumah.

Baca Juga:   Tuntutan dan Dakwaan Tidak Sinkron, Majelis Hakim Diminta Bebaskan Terdakwa Pho Sie Dong

“Untuk pekerjaan saya tahunya di kosmetik. Pulangnya sering malam. Nani juga orang baik, karena sering memberi makanan ke saya,” kata Eni yang baru 7 bulan tinggal di kawasan tersebut.

Polres Bantul telah menetapkan Nani Apriliani Nurjaman alias Tika, 25, sebagai tersangka kematian Naba Faiz Prasetya, 9, warga Salakan II Bangunharjo, Sewon.

Tomy adalah penyidik senior di Polresta Jogja. Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro enggan berkomentar banyak soal anggotanya yang menjadi target sate beracun oleh Nani, pekerja salon yang sakit hati karena pujaan hatinya menikah dengan wanita lain.

Kapolresta menyebut kasus itu merupakan masalah pribadi dan tidak terkait dengan profesinya sebagai anggota Polri.

“Betul T adalah anggota kami. Biasa saja. Itu kan masalah pribadi. Kecuali terbukti ada yang terkait disiplin, kode etik atau pidana baru kita proses,” kata Purwadi saat dikonfirmasi wartawan, Senin (3/5/2021).

Polisi berhasil mengungkap kasus tersebut setelah menelusuri bungkus sate yang berbeda dengan sate lain.

“Paket sate tersebut tidak seperti paket sate lainnya, karena tidak dipincuk tetapi dikardus dan ada nama serta alamat penjualnya,” kata Dir Reskrimmum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya, di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021).

Polisi kemudian meminta keterangan penjual sate dan mendapatkan ciri-ciri pembeli sate tersebut. Penyidik juga mencocokkan keterangan Bandiman, driver ojek online (ojol), yang diminta Na mengirimkan sate beracun.

“Dari sana, kami mengetahuinya,” ucap Burkan.

Nani ditangkap di Potorono, Banguntapan, Bantul. Petugas tidak mengalami kesulitan saat menangkap perempuan asal Majalengka, Jawa Barat. Perempuan ini tidak melawan saat ditangkap.

Di hadapan petugas, Nani mengungkapkan sakit hati karena Tomi, menikah dengan perempuan yang lain. Sejauh ini, penyidik masih mendalami target sate beracun yang dikirimkan oleh pelaku.

Baca Juga:   Buntut Kasus Kualanamu, Anggota DPR Minta Faskes Tes Antigen Lain Dicek

“Motifnya, sakit hati karena target (Tomy) menikah dengan perempuan yang lain,” kata Burkan.

“Begitu juga dengan hubungan pelaku dengan T (Tomi), berapa lama juga masih kami dalami,” kata dia.

Nani terancam pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

“Selain itu, dia juga disangkakan Pasal 80 UU No.35/2014 tentang Perlindungan Anak”, katanya di Mapolres Bantul, Senin.(rsi/hj/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles