September 27, 2022

Medan Cyber

Media Cyber Teraktual di Jagad Maya

Ombudsman RI Sumut Datangi RSUD Pirngadi Medan

Medancyber.com – Medan

Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mendatangi RSUD Pirngadi Medan untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran  pelayanan publik yang buruk akibat video viral pasien yang meninggal.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, mengatakan pihaknya melakukan reaksi cepat setelah melihat video viral itu. 

“Pertemuan hari ini untuk mengklarifikasi atas dugaan pelanggaran pelayanan publik yang muncul dalam video viral tersebut,” kata Abyadi saat diwawancarai, Sabtu (29/5). 

Dalam pertemuan itu, Abyadi mengingatkan Direktur RSUD Pirngadi, Suryadi Panjaitan untuk meningkatkan pelayanan. Terkhususnya manajeamen unit layanan. 

“Tentu beliau tadi membantah segalanya tidak benar. Ini kemudian masih menjadi catatan dari Ombudsman. Kita lihat terjadinya soal pelayanan antara pasien dan pihak manajemen mungkin karena kurangnya pos pengaduan,” ujarnya. 

“Makanya kita minta seluruh informasi tentang pengaduan di Pirngadi agar terinternalisasi secara masif di suruh ruang rawat inap,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abyadi mengungkapkan, jika pelayanan publiknya sudah berjalan dengan baik. Tentunya setiap persoalan yang dihadapi pasien bisa tersampaikan kepada ke unit manajemen pelayanan pengaduan.

“Ketika ini bisa berjalan dengan baik di unit pengaduan saya kira pasti clear dan tidak sampai seperti ini,” ungkapnya. 

Sampai saat ini, kata Dia, Ombudsman Sumut masih mendengarkan keterangan dari dua pihak yang bersangkutan. Selanjutnya, pihaknya juga akan melakukan pendalaman untuk melihat persoalan yang sebenarnya.

Sebelumnya diberitakan, beredar video viral berdurasi 56 detik di salah satu akun di Instagram yang menyebutkan bahwa seorang pasien mendapatkan pelayanan buruk di Rumah SakitĀ dr Pirngadi Medan, Rabu (26/5).Ā 

Dalam video tersebut, orang yang merupakan anak pasien berteriak bahwa ibunya meninggal dunia karena petugas rumah sakit tidak mengganti tabung oksigen.

Rawi, yang dikonfirmasi menegaskan bahwa tabung oksigen yang dipasang pada ibunya itu memang tak berfungsi dengan baik. Ia mengaku membuktikan sendiri dengan memasang alat bantu pernapasan itu ke mulut dan hidungnya. 

“Saat dicoba, saya tidak merasakan adanya udara dari tabung dan selang tersebut. Saya bahkan mendengar seorang dokter bernama Sony mengatakan bahwa tabung oksigen itu memang kosong,” ujarnya. 

“Tidak ada penanganan. Cuma dr Sony yang menekan-nekan sampai keringatan. Dia bilang enggak ada ini pak oksigennya. Dia bilang, ‘Sabar, Pak,” tukas Rawi.(bri/mc)