September 27, 2022

Medan Cyber

Media Cyber Teraktual di Jagad Maya

Penjualan Induk Ayam Naik di Masa Pandemi

Medancyber.com – Jakarta

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Peternakan PT Berdikari (Persero) mencetak laba tahun 2020 sebesar RP 61,7 miliar. Laba ini naik 151,9% dibanding tahun sebelumnya sebesar RP 24,5 miliar.

“Persero menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap seluruh karyawan yang telah menunjukkan dedikasinya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, sehingga Berdikari tidah hanya hadir sebagai BUMN Peternakan bagi masyarakat, tetapi juga menghasilkan bagi negara,” ungkap Direktur Utama Berdikari Harry Warganegara setelah RUPS dalam keterangannya yang ditulis Minggu (4/7/2021).

Peningkatan laba Berdikari sepanjang tahun 2020 mayoritas ditunjang oleh sisi operasional secara konsolidasi. Persero sebagai perusahaan holding, membukukan penjualan secara konsolidasi pada tahun 2020 sebesar Rp 1,7 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 603,2 miliar atau naik sebesar 190%. Pada sisi lain, beban penjualan juga dapat di-efisienkan meski terjadi peningkatan aktivitas usaha secara keseluruhan untuk mendukung penjualan. Beban penjualan secara konsolidasi pada tahun 2020 sebesar Rp 1,7 miliar meningkat tipis dari tahun 2019 sebesar Rp 1,6 miliar, atau hanya naik 9,9%.

Harry mengatakan, capaian tersebut tak terlepas dari sinergi dengan berbagai pihak. Sepanjang tahun 2020 Berdikari mengutamakan sinergi dan kolaborasi mulai dari sesama BUMN Klaster Pangan, BUMN di luar Klaster Pangan, Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian dan berbagai Kementerian lain yang mendukung, serta rekomendasi dari Dewan Direksi hingga berbagai elemen masyarakat sebagai stakeholder utama.

Sepanjang tahun 2020 Berdikari melakukan berbagai kegiatan yang memperkuat peran sebagai BUMN. Mulai dari realisasi penjualan induk ayam senilai Rp 1,6 Triliun atau 163% dari target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Revisi tahun 2020, Produksi Day Old Chick (DOC) lebih dari 10 juta ekor terdiri dari 9.387.500 ekor DOC Final Stock dan 1.181.861 ekor DOC Parent Stock, realisasi importasi daging kerbau India sebanyak 22.064 ton atau 220,7% dari target RKAP Revisi tahun 2020, realisasi importasi daging sapi Brazil sebanyak 1.925 ton atau 96,8% dari dari target RKAP Revisi tahun 2020, sampai dengan upaya memperluas jangkauan operasional hingga ke masyarakat langsung melalui pengembangan bisnis ritel.

Sedangkan bisnis ritel sepanjang tahun 2020 mencetak penjualan sebesar Rp 7,4 miliar, meningkat dibandingkan penjualan tahun 2019 sebesar Rp 1,1 miliar. Hasil tersebut dicapai melalui peningkatan variasi beserta kualitas dari produk olahan bermerek Be-Best, pembukaan Gerai Daging Pusat dan Gerai Daging Galaxy untuk penjualan ritel secara fisik, situs web geraidagingberdikari.co.id dan kerjasama dengan e-Commerce untuk penjualan ritel secara online, serta program re-seller Gerai Daging Berdikari dengan konsep freezer point.(dtf/japs)