25.5 C
Medan
Sunday, 14 April 2024
spot_imgspot_imgspot_img

SMA Negeri 3 Medan Bandrol 1 Kursi Rp 12 Juta

Medancyber.com – Medan

Sejumlah orangtua calon peserta didik baru di SMA Negeri 3 Medan mengaku dimintai uang sebesar Rp 12 juta agar anaknya diterima setelah pengumuman jalur zonasi.

Menguaknya kabar ini setelah beredarnya sebuah potongan panggilan telepon antara orangtua calon siswa dan oknum guru yang direkam. Selain itu ada juga ada screenshot percakapan via WhatsApp antara orangtua dan guru.

Saat dikonfirmasi, pemilik suara yang merupakan orang tua CNF yang melamar di SMA Negeri 3 melalui jalur zonasi meminta agar namanya di rahasiakan.

Dia mengakui, pada Senin 12 Juli 2021 pagi suaminya dihubungi melalui telepon, namun tak diangkat. Sehingga keesokan harinya, Dia berinisiatif menghubungi nomor tersebut yang merupakan nomor sang guru berinisial IW. Melalui percakapan WhatsApp. Dia memulai percakapan dengan menanyakan kabar terbaru soal kelulusan anaknya.

Tak lama berselang, sang guru, IW, membalas pesan WhatsApp tersebut. “Saya hanya mendengar ada celah untuk masuk buk. Tapi dengan angka yang tidak sedikit. Jadi saya ragu menelepon ibu. Dan waktunya tinggal hari ini sampai pukul 12 siang,” kata IW. Sontak orang CNF langsung menanyakan berapa biayanya. “12 (juta) buk,” kata IW.

Karena biayanya besar, Dia mengakui tak menyanggupi permintaan itu, sehingga lalu memasukkan anaknya ke sekolah lain. “Padahal rumah kami jaraknya 900an meter dari sekolah. Kakaknya dulu padahal bersekolah di SMAN 3, alumni,” kata ibu CNF.

Sementara itu, sang guru, IW, yang dikonfirmasi menjelaskan kronologis kejadian ini. Dia tidak membantah percakapan dirinya dengan orangtua CBF.

Awalnya itu kata IW, terjadi karena sang orangtua mendatangi dirinya di sekolah meminta bantuan meluluskan anaknya sebelum pengumuman kelulusan.

“Saya hanya mendengar kabar ada celah, tapi ternyata gak ada celah,” kata Iw.

Baca Juga:   BTN Luncurkan Aplikasi BTN Properti for Developer

Selain itu, IW juga meminta persoalan ini tidak dibesar-besarkan. Sebab lanjutnya,
tidak ada jual-beli kursi yang terjadi. “Saya hanya guru biasa, bukan panitia,” pungkasnya.(bd/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles