January 27, 2022

Medan Cyber

Media Cyber Teraktual di Jagad Maya

LBH Medan Minta Hakim Hadirkan Kapolrestabes Medan untuk Jelaskan Kasus Suap yang Menderanya

Kasus Suap di Polrestabes Medan

Medancyber.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan meminta jaksa penuntut umum (JPU) dan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan untuk menghadirkan Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko ke persidangan.

Adapun maksud dihadirkannya Kombes Riko Sunarko ke persidangan guna menjelaskan kasus suap yang menyeret namanya.

“Ini kan fakta persidangan, bukan testimoni orang di luar persidangan. Tentu karena ini bagian dari proses pemeriksaan persidangan, maka kita anggap ini penting,” kata Pengacara Publik LBH Medan, Maswan Tambak, Rabu (12/1/2022).

Menurutnya, keterangan menyangkut alur suap di Sat Res Narkoba Polrestabes Medan itu memang cukup mencengangkan.

Apalagi ada disebutkan bahwa uang suap dipakai membeli sepeda motor hadiah untuk anggota TNI AD. 

“Penting rasanya untuk majelis hakim meminta kepada Jaksa Penuntut Umum menghadirkan (Kapolrestabes Medan) ke Polrestabes Medan di persidangan,” sebutnya.

Maswan menuturkan, bahwa keterangan Bripka Ricardo Siahaan jelas-jelas menunjukkan adanya keterlibatan Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko. 

“Dalam sidang terbuka di Pengadilan Negeri Medan jelas, menurut keterangan Rikardo Siahaan itu jelas bahwasanya benar Kapolrestabes Medan memakai senilai Rp 75 juta untuk bayar press rilis, Wasrik dan beli motor untuk anggota Koramil,” tuturnya.

Dia mengatakan, penindakan tidak hanya di level bawah saja, tapi juga di level atas termasuk Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko.

Sementara itu, Kombes Riko Sunarko yang dikonfirmasi soal fakta persidangan ini membantah bahwa dia menggunakan uang suap untuk membeli motor hadiah anggota Kodam I/BB.

“Mana ada, mana ada. Enggak ada ah,” kata Riko.

Dia beralasan, bahwa pemberian motor tidak ada hubungannya dengan uang suap dari Imayanti, istri terduga gembong narkoba bernama Jusuf alias Jus.

“Itu kan kasus (suap) akhir Juni (2021). Kita pemberian motor kan awal Juni. Tanggalnya aja udah lain. Enggak mungkin kita pakai itu,” kata Riko berusaha mengelak.

Tak pelak, kabar ini pun mengagetkan banyak pihak, termasuk hakim di PN Medan, beserta pengunjung sidang yang menghadiri sidang kasus kepemilikan narkoba Bripka Ricardo Siahaan.

Berikut adalah nama-nama petugas yang diduga menerima uang suap dari Imayanti dan disebutkan HM Rusdi dan terdakwa dalam persidangan.

Aiptu Dekora Siregar Penyidik Pembantu menerima Rp 5 juta. Aipda Nani Mulyani Penyidik Pembantu menerima Rp 5 juta. Bripka Rudi Saputra Penyidik Pembantu menerima Rp 5 juta.
Panit Iptu Toto Hartono sejumlah Rp 15 juta.
Katim Aiptu Dudi Efni sejumlah Rp 5 juta.

“Dan Aipda Matredy Naibaho sejumlah Rp 3 juta. Bripka Ricardo Siahaan sendiri menerima Rp 3 juta. Briptu Marzuki Ritonga sejumlah Rp 3 juta, benarkah itu,” tanya PH terdakwa.(zul/mc)