December 4, 2022

Medan Cyber

Media Cyber Teraktual di Jagad Maya

Kejari Nisel Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Penjualan Tanah Milik BUMD

Medancyber.com – Kejaksaan Negeri Nias Selatan menetapkan dua tersangka yang diduga terlibat tindak pidana korupsi atas pembelian beberapa bidang tanah oleh PT Bumi Nisel Cerlang (BNC) yang merupakan BUMD Kabupaten Nias Selatan sebesar Rp.22.736.008.000 pada 2014 silam. Kedua tersangka itu, masing-masing Direktur PT BNC berinisial YD dan MT selaku penjual tanah.

Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan Rabani M Halawa SH MH yang didampingi Kasi Pidsus Raffles Devit Napitupulu, Kasi Intel Satria DP Zebua, Kasi Datun Yaatulo Hulu, yang ditemui wartawan di Kantor Kejari, Jalan Diponegoro, Teluk dalam, Kamis (29/9/2022) menuturkan, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap MT (52) sebagai tersangka yang berperan sebagai penjual tanah Tahun 2014 dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi atas pembelian beberapa bidang tanah oleh PT. Bumi Nisel Cerlang (BNC) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Kabupaten Nias Selatan dengan anggaran sebesar Rp.22.736.008.000, yang bersumber dari penyertaan modal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Kabupaten Nias Selatan TA. 2013-TA 2015.

Dari hasil penyidikan, lanjut Kajari, dalam pengadaan tanah tersebut tidak sesuai prosedur dan ada beberapa peraturan yang dilanggar salah satunya peraturan pertanahan tentang pendaftaran tanah yang pada akhirnya sertifikat yang sudah terbit itu tidak bisa dibalik namakan untuk atas nama PT. Bumi Nisel Cerlang (PT.BNC) selaku pembeli.

“Hal itu tidak bisa dicatat dalam barang milik negara/daerah,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, MT ditahan karena telah melanggar Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun penjara.

“Selanjutnya terhadap tersangka MT dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari ke depan di Rumah Tahanan Polres Nias Selatan. Sementara untuk tersangka YD (Direktur BUMD) masih dilakukan pemanggilan dan apabila tidak hadir maka akan kita masukan dalam DPO,” katanya.

Penetapan kedua tersangka, sambungnya, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan (Kajari Nisel) dengan Nomor : PRINT-01/L.2.30/Fd.1/02/2021, tanggal 23 Februari 2021 jo. Nomor : PRINT-01.a/L.2.39/Fd.1/10/2021 tanggal 14 Oktober 2021 jo. Nomor : PRINT-01.b/L.2.30/Fd.1/09/2022 tanggal 09 September 2022 tentang dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Ia menyebut, kerugian negara dalam kasus ini berdasarkan hasil audit BPKP Prov sumut sesuai dengan Surat Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara Nomor S-415/PW.02/5.2/2022 tanggal 4 April 2022 perihal Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara terhadap Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Kegiatan Pengadaan Tanah oleh PT Bumi Nisel Cerlang (BNC) sebagai BUMD Kabupaten Nias Selatan Tahun 2014 dan Surat Tugas dari Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara Nomor ST-228/PW.02/5.2/2022 tanggal 4 April 2022 sebesar Rp6.400.234.750,00.

“Itu masih tahun 2014, untuk tahun 2013 dan tahun 2015 masih dalam pengembangan. Sepanjang ada alat bukti, siapapun dia pasti kita usut,” tegasnya.(bri/mc)