25.6 C
Medan
Saturday, 20 April 2024
spot_imgspot_imgspot_img

Israel Berang PBB Peringati Hari Nakba, Dukungan bagi Palestina Mengalir dari Eropa hingga Amerika Latin

Medancyber.com – Banyak negara anggota Uni Eropa mengirim perwakilan mereka ke acara peringatan Hari Nakba yang digelar PBB pada Senin 15 Mei 2023, meski ada upaya dari Israel untuk mencegah kehadiran mereka. Itu merupakan kali pertama PBB memperingati Hari Nakba.

Sejumlah negara dilaporkan lebih dulu memberi tahu Israel atas kehadiran mereka dan sebagian besar mengirim diplomat tingkat rendah dibanding duta besar. Negara-negara Eropa yang hadir antara lain Prancis, Spanyol, Swedia, Finlandia, Irlandia, dan Malta.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah menegaskan tidak akan mengirimkan perwakilan ke acara hari peringatan hilangnya tanah air Palestina itu.

Nakba adalah bahasa Arab, yang berarti bencana atau malapetaka. Palestina menggunakannya untuk merujuk pada eksodus massal ratusan ribu warganya dari tanah mereka selama Perang Arab-Israel 1948.

Kekhawatiran utama Israel tentang acara peringatan Hari Nakba adalah bahwa hal itu dapat menjadi preseden untuk menggelar peringatan serupa pada tingkat pertemuan yang lebih tinggi: Majelis Umum PBB.

Peringatan Hari Nakba pertama oleh PBB di markas besarnya di New York, Amerika Serikat, terjadi setelah pemungutan suara diambil pada Desember 2022, di mana 90 negara mendukung dan 30 negara menentangnya.

Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan menyebut peringatan Hari Nakba “tercela” dan “salah”, sementara Menteri Diplomasi Publik Galit Distel Atbaryan mengatakan, PBB mengabaikan fakta bahwa bangsa Arab bertanggung jawab menciptakan apa yang disebut masalah pengungsi Palestina.

Partisipasi Swedia dalam peringatan Hari Nakba yang digelar PBB terjadi beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen menyelesaikan kunjungannya ke Stockholm. Itu menandai pertama kalinya seorang menteri luar negeri Israel ke Swedia dalam dua dekade terakhir.

“Kami membuka halaman baru dalam hubungan antara Israel dan Swedia, setelah bertahun-tahun Swedia mengambil sikap kritis terhadap Israel,” kata Cohen dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Israel seperti dilansir Haaretz, Rabu (17/5/2023).

Baca Juga:   Bandara Internasional Kabul di Afganistan Rusuh, Diserbu Ribuan Orang

Di lain sisi, Otoritas Palestina memuji acara peringatan Hari Nakba oleh PBB, menyebutnya sebagai langkah maju dalam pengakuan internasional atas Nakba.

“Di Israel, hari ini ada suara-suara berbahaya yang menyangkal keberadaan rakyat Palestina dan semua ini berada di bawah naungan pemerintah Israel. Ada yang secara terbuka menyerukan pembunuhan warga Palestina dan mendeportasi mereka, dan itulah yang dilakukan pemerintah Israel – dipimpin oleh Netanyahu bersama dengan Smotrich dan Ben-Gvir,” ujar Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Pekan lalu, acara serupa untuk memperingati Hari Nakba terjadi untuk pertama kalinya di Kongres AS, yang diprakarsai anggota Kongres dari Partai Demokrat Rashida Tlaib. Keluarga Rashida berasal dari Palestina.

Ketua DPR AS Kevin McCarthy, yang berasal dari Partai Republik, melarang upacara peringatan Hari Nakba berlangsung di majelis rendah Kongres. Penolakan itu mendorong Senator Yahudi Bernie Sanders untuk  mensponsori penyelenggaraannya di gedung milik Senat. Acara itu sukses menarik sekitar 200 orang.(bri/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles