27.8 C
Medan
Saturday, 20 April 2024
spot_imgspot_imgspot_img

Israel Serang RS Nasser di Gaza, Kini Sudah Tak Berfungsi

Medancyber.com – Rumah Sakit Nasser di Jalur Gaza, Palestina saat ini dilaporkan telah sepenuhnya tidak berfungsi lagi usai diserang tentara Israel beberapa hari lalu.

“Hanya ada empat staf medis yang saat ini merawat pasien di dalam Rumah Sakit Nasser di kota selatan Khan Younis,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, kepada Reuters, Minggu (18/2).

Ia mengatakan, kompleks medis Nasser, yang merupakan rumah sakit terbesar di Gaza, Palestina, adalah tulang punggung layanan kesehatan di Jalur Gaza selatan.

“Penghentian fungsinya merupakan hukuman mati bagi ratusan ribu pengungsi Palestina di Khan Younis dan Rafah,” katanya.

Qidra mengatakan kurangnya bahan bakar dan pertempuran di sekitar rumah sakit telah membuat fasilitas tersebut tidak dapat digunakan.

Pasukan Israel menggerebek rumah sakit tersebut pada Kamis (15/2) lalu. Mereka menangkap sejumlah orang di RS Nasser dan menahan banyak staf medis di sana.

Dilaporkan Reuters, militer Israel mengatakan mereka sedang memburu para militan di Nasser dan sejauh ini telah menangkap 100 orang di tempat tersebut, membunuh orang-orang bersenjata di dekat rumah sakit dan menemukan senjata di dalamnya.

Hamas membantah tuduhan bahwa para pejuangnya menggunakan fasilitas medis untuk berlindung. Setidaknya dua sandera Israel yang dibebaskan mengatakan bahwa mereka ditahan di Nasser.

Sekitar 10.000 orang mencari perlindungan di rumah sakit tersebut pada awal pekan ini, namun banyak yang meninggalkan RS Nasser untuk mengantisipasi serangan Israel atau karena perintah untuk mengungsi dari rumah sakit tersebut, kata Kementerian Kesehatan Gaza.

Lebih jauh ke selatan di Rafah, di mana lebih dari separuh dari 2,3 juta penduduk Gaza berlindung, musim dingin yang ekstrem menambah buruknya kondisi yang sudah ada, ketika angin menerbangkan beberapa tenda pengungsi dan hujan membanjiri tenda-tenda lainnya.

Baca Juga:   DPR dan Pemerintah Sepakat Biaya Haji 2023 Rp49,8 Juta

Rencana Israel menyerbu Rafah memicu kekhawatiran internasional tindakan tersebut akan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menyalahkan Israel atas kurangnya kemajuan dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza, kelompok itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Haniyeh menambahkan Hamas tidak akan menerima apa pun selain gencatan senjata permanen, penarikan pasukan Israel dari Gaza, dan “pencabutan pengepungan yang tidak adil”, serta pembebasan tahanan Palestina yang menjalani hukuman di penjara Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah “kemenangan mutlak” atas Hamas, namun pada hari Rabu ia menambahkan bahwa fleksibilitas dalam posisi kelompok tersebut dapat memajukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang akan membuat para sandera dibebaskan.

Serangan udara dan darat Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan memaksa hampir semua penduduknya meninggalkan rumah mereka. Otoritas kesehatan Palestina mengatakan 28.858 orang, sebagian besar warga sipil, telah tewas.

Sedikitnya 83 orang tewas dalam serangan udara di Jalur Gaza sejak Jumat, kata pejabat kesehatan, termasuk satu orang pada hari Sabtu di Rafah, sebuah wilayah yang berbatasan dengan Mesir dan yang menurut Israel adalah benteng terakhir Hamas.

Militer Israel mengatakan jet-jet tempurnya telah menewaskan sejumlah militan dalam pertempuran di Gaza sejak Jumat.(cnni/js)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles