33 C
Medan
Saturday, 20 April 2024
spot_imgspot_imgspot_img

Alamak! Ada Oknum Manager Kebun PTPN II Nyambi Jadi Rentenir 

Medancyber.com – Manager PalmCo Regional I (PTPN II) Patumbak berinisial, BB stian diduga mengintimidasi korban, Agus Suryanto untuk membuat surat pernyataan hutang dan mengambil seluruh gajinya, agar membayar kerugian bisnis rentenir berkedok pinjaman dengan bunga 20 persen. 

Bahkan BB ini disinyalir secara paksa merampas mesin cuci dari rumah korban karena terkait usahaa berkedok rentenir dengan menggunakan Bapam/BKO Kebun PalmCo Regional I.

Diketahui pada November 2023, BB mengajakn korban buka usaha rentenir yang berkedok pinjaman dengan bunga 20 persen. 

“BB sebagai pemodal dan saya sebagai pelaksana di lapangan, Ungkap,” Agus Suyanto kepada wartawan, Sabtu (9/3/2024). 

Dilanjutkan korban, bisnis ini berjalan lancar hingga Januari 2024, dengan putaran mencapai Rp 64 juta. Namun pada Februari 2024, pembayaran macet total. 

“Pengutipan tidak berjalan lancar, bahkan ada yang ‘lari malam’ tidak membayar cicilan pinjaman,” ujar korban. 

Secara tegas korban menyatakan,  tidak ada akad atau perjanjian tertulis antara dirinya dengan BB. 

“Kenapa saat usaha rentenir ini bermasalah, semua kerugian usaha ditimpakan ke saya. Saya dipaksa mengganti kerugian dan mengembalikan uangnya,” kata Agus. 

Ironisnya, Agus Suryanto dipaksa menandatangani surat pernyataan berhutang pada BB. 

“Isinya dalam surat tersebut tertulis hutang piutang dan pemotongan gaji saya sebagai pegawai PalmCo  Regional I (PTPN II) bersetatus PKWT (Pekerja Kontrak Waktu Tertentu)  seluruhnya diambil dan dipaksa  menandatangani surat perjanjian tersebut,” bebernya.

“Saya berpikir bagaimana nasib anak istri saya. Jika gaji saya dipotong seluruhnya tiap bulan. Saya mengambil sikap untuk tidak bekerja lagi dan mencari kerja lain di luar untuk mendapatkan uang untuk makan anak istri saya di rumah,” ujarnya. 

Menurut Agus, warga berdomisili di Kecamatan Patumbak mengakui dirinya sampai detik ini didesak terus menerus oleh BB. Agus menyatakan dirinya masih berusaha untuk cari uangnya. Tetapi BB tetap tidak mau tau dan terus meminta untuk memulangkan uang itu.

Baca Juga:   5 Polisi Brimob Dihadirkan Jadi Saksi di Sidang AKP Hafis Paesal Lubis

Diakui oleh Agus memang pada Januari, dia ada kredit mesin cuci sama BB. Harga mesin cuci tersebut Rp 2,2 juta dan sudah saya dibayar Rp 1,5 juta atau tinggal sekali bayar lagi.

Tapi pada 7 Maret 2024 pukul 21.00 WIB, pihak BB beserta 2 oknum TNI Bapam, BKO kebun PalmCo Regional I datang ke rumahnya memaksa untuk tetap memulangkan uang tersebut. 

“Saya bertanggung jawab untuk memulangkan uangnya, tapi BB tetap bersikeras untuk tetap mendapatkan uangnya dari saya. Sementara saya ga ada uang, lalu dia mengambil paksa mesin cuci saya dengan alasan bisa memotong hutang saya. 
Masalah mesin cuci kami sudah sepakat dari awal untuk pembayaran secara angsur dan tidak ada kaitannya ke masalah usaha rentenir,” jelasnya.

“Saya keberatan karena dia mengambil barang dari dalam rumah saya secara paksa, dia menyuruh dua oknum anggota TNI untuk mengangkatnya. Istri saya histeris melihat perlakuan mereka,” ujar Agus. 

Besok paginya, BB memberitahu korban melalui via WhatsApp yang isinya, “Persoalan kita belum selesai dan itu uang ku tunggu terus,” ujar Agus.

Terpisah, Tim Aset dan Hukum PalmCo Regional I (PTPN II) Toupan Sidabalok ketika dikonfirmasi menuturkan bila tidak terkait dengan pekerjaan itu salah, pihak manajemen akan mempelajarinya dan bila terbukti akan diberi saksi.

“Itu tidak boleh. Namun begitu, kita akan cek kebeneran dulu,” tegasnya.

Sementara, ketika dikonfirmasi via seluler dan WhatsApp dengan nomor 08526108****, BB hingga berita diturunkan enggan memberi keterangan dan belum membalas pertanyaan media. (zul/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles