31.7 C
Medan
Tuesday, 23 April 2024
spot_imgspot_imgspot_img

Israel Akan Invasi Rafah Jalur Gaza

Medancyber.com – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pasukan Israel siap menginvasi Rafah, Jalur Gaza, Palestina.

Netanyahu menegaskan dia telah menyetujui rencana operasi pasukan Israel dan akan segera mengevakuasi warga Rafah.

“Kami bersiap memasuki Rafah, dan ini akan memakan sedikit waktu, kami terus beroperasi dengan kekuatan penuh,” kata Netanyahu dalam pernyataan resmi pada Kamis (21/3), dikutip Reuters.

Israel, lanjut dia, beroperasi di Khan Younis, di kamp-kamp wilayah tengah Gaza, untuk memusnahkan Hamas.

“Seperti yang baru saja kita lakukan di [Rumah Sakit] Al Shifa, dan dalam memberantas ratusan teroris,” ujat Netanyahu.

Pemerintah Israel kerap menggunakan istilah teroris untuk menyebut Hamas.

Di kesempatan itu, Netanyahu juga mengatakan telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden soal serangan Rafah.

“Saya bilang ke Presiden [Biden]: Hamas tak bisa dikalahkan jika pasukan Israel tidak masuk ke Jalur Gaza,” ujar dia.

Netanyahu juga menegaskan kemenangan Israel tak akan lengkap tanpa memasuki Rafah.

“Dan ini untuk melenyapkan sisa batalyon Hamas. Kami akan melakukan hal yang sama kali ini,” ujar dia.

Israel kekeh menyerang Rafah meski sejumlah sekutu dekatnya termasuk Amerika Serikat menolak rencana tersebut.

Presiden Joe Biden disebut berupaya mendesak Netanyahu untuk membatalkan rencana menginvasi Rafah.

Menurutnya, operasi itu akan menambah korban sipil yang tak berdosa dan memperkeruh situasi di Gaza yang kian krisis. Namun, Netanyahu abai.

Selain AS, Inggris hingga Jerman juga telah mendesak Israel menunda invasi darat Rafah yang kini menjadi satu-satunya wilayah perbatasan yang mungkin dipakai untuk menyalurkan bantuan dari luar.

Rencana invasi ke Rafah ini muncul di tengah agresi Israel ke Gaza sejak Oktober 2023.

Baca Juga:   Rusia Serang Ukraina, Putin Ancam Negara Lain Jangan Ikut Campur

Selama agresi, pasukan Zionis menggempur habis-habisan warga dan objek sipil seperti rumah sakit dan kamp pengungsian.

Hingga kini, total korban tewas mencapai lebih dari 31.700 jiwa. Sebagian besar korban tewas anak-anak dan perempuan.(cnni/js)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles