24.6 C
Medan
Saturday, 22 June 2024
spot_imgspot_imgspot_img

Polrestabes Medan Endus Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi Lapangan Merdeka

Medancyber.com – Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Kota Medan diduga menimbulkan sejumlah masalah yang berkaitan dengan dugaan korupsi dilakukan sejumlah oknum.

Permasalahan yang ditemukan, mulai dari proses tender sampai dengan bahan material untuk lokasi tersebut.

Revitalisasi Lapangan Merdeka ini menelan anggaran hingga mencapai setengah triliun lebih.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Bangunan Pemerintah, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya Tata Ruang (PKPCKTR), Herbert Hamonangan Panjaitan menyebut, pihaknya manargetkan pengerjaan selesai tahun ini.

Akan tetapi, hingga saat ini target pengerjaan tersebut diduga tak akan selesai dikerjakan.

Saat ini, Proyek Revitalisasi Lapangan Merdeka ini telah diselidiki oleh Polrestabes Medan.

Polrestabes Medan menggendus adanya dugaan korupsi di mega proyek tersebut.

Sejumlah pihak dikabarkan telah dipanggil oleh penyidik di bidang Tipikor Polrestabes Medan.

Bukan hanya pihak ketiga, dinas terkait yang menganggarkan pekerjaan tersebut juga telah dipanggil.

Kapolres Medan, Kombes Teddy Jhon Marbun ketika dikonfirmasi awak media belum mau memberikan tanggapan terkait dengan pemeriksaan dugaan korupsi Revitalisasi Lapangan Merdeka.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Jama Kita Purba juga belum mau memberikan tanggapan terkait dengan pemeriksaan ini.

Proyek Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan dikerjakan dalam dua tahap anggaran.

Tahap I bersumber dari Bantuan Daerah Bawahan atau BDB Provinsi Sumut kepada Pemko Medan senilai Rp 99 Milyar.

Sedangkan tahap II sebesar Rp 497 Milyar bersumber dari APBD Kota Medan.

Namun dalam pelaksanaan tahap I ditemukan struktur pondasi (bor pile) yang diduga bermasalah.

Polisi dari Tindak Pidana korupsi Polretabes Medan telah memeriksa kelapangan dan memanggil sejumlah orang terkait proyek tersebut.

Kemudian perbaikan struktur yang bermasalah akan dilakukan dengan teknik perkuatan (Ground Anchor). Pekerjaan perkuatan tersebut harus dilaksanakan agar pelaksanaan pekerjaan tahap ke II bisa dilanjutkan.(bdh/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles