September 27, 2022

Medan Cyber

Media Cyber Teraktual di Jagad Maya

Bobby Nasution Optimis Pembelajaran Tatap Muka Dilaksanakan Bulan Juli

Medancyber.com – Medan

Usai meninjau simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP Negeri I Medan, Wali Kota Medan Bobby Nasution, optimistis pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan Juli mendatang. Guna mendukung hal itu, pihaknya masih terus melihat perkembangan penyebaran Covid-19 di Kota Medan. 

Dikatakan, simulasi yang dilakukan di SMP Negeri 1 Medan tidak bisa dijadikan standar pelaksanaan pembelajaran tatap muka. 

“Kita optimis bisa dilakukan, tapi tetap harus melihat, jangan menjadikan satu simulasi ini menjadi standar kepada semua sekolah. Maksudnya, SMP 1 sama SMP yang lain mungkin berbeda karakternya, ini perlu kita pastikan semuanya,” ujarnya, Senin (21/6). 

Terkait sarana pembelajaran tatap muka, Bobby menyebutkan jika sampai saat ini, tenaga pengajar yang sudah divaksinasi mencapai 84 persen. 

“Kemarin saya tanya 84 persen. Untuk tenaga pengajar kita hampir 20 ribu, sudah 19 ribu lebih (divaksin), mendekati 20 ribu karena sudah 84 persen kita vaksin. Setiap hari masih kita lakukan vaksinasi massal yang dilakukan di Polonia (eks bandara),” terangnya. 

“Saya minta ke Kadis Pendidikan terus mengirimkan tenaga pengajar kita tiap hari untuk dilakukan vaksinasi. Ini terus kita upayakan,” sambungnya. 

Dalam pembelajaran tatap muka nanti, sebut Bobby, pihaknya tidak memaksa para orang tua untuk menyuruh anaknya mengkuti belajar secara otomatis. 

“Hari ini kita memberikan pilihan kepada orang tua, tidak kita paksakan wajib mengikuti kegiatan belajar mengajar. Tapi kami sebagai Pemerintah Kota, ini harus menyiapkan segala opsi yang ingin dipilih orang tua,” imbuhnya. 

Dalam pembelajaran tatap muka, Bobby menyebutkan pihaknya akan menyiapkan segala sarana dan prasarana. Sebab akan salah jadinya jika Pemko Medan tidak menyiapkan sesuai keinginan orang tua untuk anaknya sekolah tatap muka. 

“Apabila opsi ini tidak kami akomodir dengan menyiapkan sarana prasarana, salah juga. Dan ketika kami siapkan sarana prasarananya, kami tidak memaksakan orang tua. Tentunya juga mengikuti update dari perkembangan Covid-19 apabila menunjukkan tren kenaikan. Kalau meningkat, mungkin kita bisa menyurati orang tua untuk melakukan tidak melakukan tatap muka,” pungkasnya. (Bri/Mc)