31 C
Medan
Wednesday, 16 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Medan Fashion Trend 2026 Angkat Wastra Sumut ke Panggung Nasional dan Global

Medancyber.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan menggelar Medan Fashion Trend 2026 di DeliPark Mall Medan pada 23–26 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 yang bertujuan memperkuat ekosistem fesyen dan wastra UMKM Sumatera Utara.


Mengusung tema “From Invisible to Iconic”, Medan Fashion Trend 2026 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari fashion parade, talkshow inspiratif, workshop penguatan merek bagi desainer baru, pameran fesyen, Kids Fashion Competition, hingga kompetisi desain busana.

Baca Juga:  Pebalap Astra Honda Harumkan Nama Indonesia di Thailand Talent Cup  


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, mengatakan industri fesyen berbasis wastra memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.


“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri fesyen sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif Sumatera Utara. Kekayaan ulos, songket, dan tenun perlu terus diinovasikan agar menghasilkan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat membuka acara, Kamis (23/7/2026).


Medan Fashion Trend 2026 melibatkan 163 desainer UMKM Sumatera Utara yang menampilkan 521 karya busana sepanjang pagelaran, termasuk 15 koleksi pada pembukaan acara. Sejumlah desainer nasional seperti Deden Siswanto dan Gregorius Vici juga turut ambil bagian.

Baca Juga:  Weleh..weleh..!! Orang Kaya Makin Ramai Sewa Jet Pribadi di Masa Pandemi


National Chair IFC, Lenny Agustin, menegaskan bahwa ajang ini menjadi wadah kolaborasi untuk mengangkat wastra lokal sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing tinggi.


Melalui Medan Fashion Trend 2026, berbagai kain tradisional Sumatera Utara seperti ulos, songket, tenun, dan batik daerah diolah menjadi busana modern yang relevan dengan tren fesyen masa kini, tanpa meninggalkan identitas budaya.


Bank Indonesia bersama IFC berharap kolaborasi ini mampu memperluas akses pasar, memperkuat daya saing UMKM fesyen, serta membawa karya-karya Sumatera Utara semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional, sejalan dengan semangat KKSU 2026: “Dari Lokal ke Global” dan “Naik Kelas, Tembus Batas.”(bdh/mc)

Baca Juga:  Pengusaha Ngeluh PPN Naik Jadi 11 Persen, Bisa Bikin Bangkrut

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles