Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengalihkan anggaran pembelian mobil dinas wali kota dan wakil wali kota untuk pembelian ambulans. Ambulans ini akan dipergunakan untuk mendukung vaksinasi dari pintu ke pintu (door to door).
Keputusan Bobby ini pun menuai apresiasi. Sebagai pemimpin muda, ia dinilai paham situasi dan mengedepankan kepentingan rakyat.
“Ini namanya pejabat publik yang tahu situasi dan mengedepankan kepentingan rakyat,” nilai pengamat sosial dan budaya, Suyadi San, kemarin, di Medan.
Suyadi San mengatakan, keputusan Bobby ini patut diapresiasi. Ini menunjukkan, sebagai pejabat publik Bobby sangat memahami situasi dan mengedepankan kepentingan rakyat.
“Pencoretan anggaran pembelian mobil dinas itu, kalau sudah sudah sesuai prosedur hukum sistem penganggaran, tidak mengapa. Pengalihan menjadi pembelian mobil ambulans kalau memang sesuai prosedur penganggaran, juga tidak mengapa,” ucapnya.
Bahkan, menurut Suyadi, jika semua kecamatan ada mobil ambulans untuk mempercepat vaksinasi hingga ke lingkungan-lingkungan akan lebih baik.
Hal Senada juga diutarakan akademisi STIE PMCI, Rizal Iskandar Batubara. Ia menilai kebijakan ini sangat tepat.
“Kita mengetahui, Medan masih berada pada zona Merah dan PPKM Level 4. Saat ini, pembelian ambulans jauh lebih penting dan dibutuhkan dari pada pembelian mobil dinas baru,” ucapnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut betul-betul mengedepankan kepentingan masyarakat.
“Artinya, Bobby Nasution sangat memahami apa yang menjadi kebutuhan yang urgensi yang harus segera dipenuhi di Kota Medan,” sebutnya.
Dia pun berharap, pembelian ambulans baru untuk vaksinasi ini hendaknya didukung oleh kesiapan tenaga kesehatan Pemko Medan dalam melaksanakan vaksinasi masyarakat kota Medan, agar herd immunity masyarakat terbentuk secara maksimal.
Seperti yang diungkapkan Bobby Nasution beberapa waktu lalu, saat ini Kota Medan baru meliliki tiga ambulans, khusus untuk vaksinasi rumah ke rumah. Sebanyak dua ambulans milik Pemkot Medan sudah diserahkan kepada Kecamatan Medan Helvetia dan Medan Tuntungan. Sementara satu lagi milik Badan Intelijen Negara (BIN) daerah Sumut yang memulai konsep vaksinasi rumah ke rumah.
Pencoretan anggaran pembelian mobil dinas dilakukan untuk menambahkan jumlah ambulans yang akan digunakan untuk percepatan program vaksinasi.
“Kemarin, saya sama Pak Wakil juga sepakat mobil dinas tahun ini dicoret saja, beli ambulans,” ungkap Bobby, barubaru ini.
Ia mengatakan, ambulans yang ini akan dilengkapi dengan cool box untuk penyimpanan vaksin. Dia pun berharap ambulans tersebut akan menunjang dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi secara door to door. Pengalihan anggaran pembelian mobil dinas menjadi ambulans ini akan diakomodir dalam Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PAPBD) Kota Medan Tahun Anggaran 2021. Hampir bisa dipastikan pengalihan ini akan disetujui oleh DPRD masuk dalam PAPBD.
Menurut Plt Kasubbag Perlengkapan Bagian Umum Setdako Medan, Rudi Hadian Siregar, S.STP., mengatakan, jumlah ambulans yang akan diadakan dari pengalihan anggaran pembelian mobil dinas ini sebanyak dua unit. Dia juga mengatakan, pengalihan ini dibenarkan oleh ketentuan peraturan perundangan.(js/mc)



