32 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kredit Bank Tumbuh 2,21 Persen pada September 2021

Medancyber.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit bank tumbuh 2,21 persen secara tahunan pada September 2021. Sementara pertumbuhan secara tahun berjalan mencapai 3,12 persen pada Januari-September 2021.

“Kami perkirakan pertumbuhan kredit akan jatuh di range 4-5 persen,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (27/10).

Secara segmen, pertumbuhan kredit modal kerja tumbuh 2,85 persen, kredit investasi 0,37 persen, dan kredit konsumsi 2,95 persen secara tahunan. Secara sektor, pertumbuhan kredit rumah tangga mencapai 2,77 persen, perdagangan 2,43 persen, dan manufaktur 2,05 persen secara tahun berjalan.

Baca Juga:  Mantap! Sumut Dominasi Kejuaraan Wushu Piala Wakapolri di Medan

Wimboh mengatakan, pertumbuhan kredit ini meningkat berkat kenaikan mobilitas dan aktivitas masyarakat sejalan dengan pelonggaran kebijakan PPKM. Hal ini juga didorong oleh penurunan jumlah kasus covid-19.

“Ini sebenarnya meningkat cukup besar dibandingkan kuartal II 2021,” imbuhnya.

Sementara tingkat suku bunga dasar kredit (SBDK) turun dari 9,69 persen menjadi 9,66 persen per September 2021. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross sebesar 3,22 persen dan NPL net 1,04 persen per akhir kuartal III 2021.

Ia mengungkapkan, rasio NPL ini turun dari akhir kuartal II 2021, di mana NPL gross sebesar 3,24 persen dan NPL net 1,06 persen. Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 7,69 persen secara tahunan dan 7,45 persen secara tahun berjalan.

Baca Juga:  Gelar Operasi Yustisi, Polres Lhokseumawe dan Tim Gabungan Bagi-bagi Paket Sembako

Lalu, tingkat permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) meningkat dari 24,33 persen pada Juni menjadi 25,24 persen pada September 2021. Kemudian, AL/Non-Core Deposit sebesar 152,8 persen dan AL/DPK 33,53 persen.

Wimboh menuturkan, tingkat permodalan bank cukup tinggi pada saat ini. Bahkan, kelebihan likuiditas ini juga disalurkan bank untuk membeli surat utang atau Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp1.502,1 triliun.

“Jumlah ini setara 15,44 persen dari total aset (bank) atau tumbuh 9,26 persen secara ytd,” imbuhnya.

Di sisi lain, Wimboh juga mencatat ada aliran kredit yang besar dari fintech peer-to-peer lending atau perusahaan pinjaman online (pinjol) legal. Nilainya mencapai Rp27,48 triliun atau tumbuh 116,2 persen secara tahunan.(cnni/js)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles