24 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

RI Punya Platform Digital Ekspor Produk Halal

Medancyber.com – Kolaborasi dan sinergi dunia usaha dan pemerintah dalam ekosistem ekspor UMKM dan produk halal meningkatkan optimisme Indonesia menjadi pusat industri halal dunia pada 2024.

Para pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Platform Digital Expor (PD Expor) sudah memiliki ekosistem pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) halal secara terintegrasi berbasis digital, yang perlu mendapatkan dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

“Di tengah pandemi Covid-19, platform digital menjadi solusi dan mendorong peningkatan ekspor UMKM dan produk halal,” ungkap Ketua Umum PD Expor, Hadi Lee, ditulis Sabtu (15/1/2021).

Saat ini ada 25 platform digital yang tergabung dalam PD Ekspor. Asosiasi ini juga menggandeng Kadin Indonesia, HIPMI, dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga:  Elektabilitas Airlangga dan Golkar Juarai Survei Citra Network Nasional

Global Halal Hub adalah ekosistem UMKM Halal yang dibina Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan untuk mendukung refocusing Wakil Presiden di bidang pengembangan industri halal dan ekonomi syariah.

“Kami memetakan dan membahas masalah-masalah ekspor UMKM halal dan kami koordinasikan dengan instansi terkait untuk solusinya,” ungkap Lukmanul Hakim.

Tim Stafsus Wapres Bidang Ekonomi Keuangan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) secara hybrid untuk mendorong produk halal yang dihadiri Menko Perekonimian, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan serta sejumlah pejabat dari berbagai kementerian. Hasil dari FGD ini mememperkuat ekosistem Global Halal Hub.

Staf Khusus Wapres Bambang Widianto mengapresiasi para pelaku usaha platform digital yang sudah membangun ekosistem ekspor UMKM halal.

Baca Juga:  Polda Sumut Temukan Sopir Bus Medan-Jambi Positif Narkoba

“Potensi Indonesia menjadi pusat halal dunia sangat besar,” ungkapnya.

Bambang menyatakan, mengembangkan produk halal Indonesia tidak mulai dari nol. “Sehari-hari kita produknya halal, hanya perlu sertifikasi dan kodifikasi saat ekspor,” tutur Bambang Widianto.

Pengurus Global Halal Hub Amalia Prabowo menjelaskan langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan kurasi UMKM meliputi kualitas, kuantitas, kontinuitas. Selanjutnya adalah meningkatkan kapasitas SDM, sertifikasi, pemasaran digital, hingga masuk pasar ekspor.

“Kami sudah memiliki rata-rata 1.000 binaan UMKM, dengan sinergi dan kolaborasi semakin besar,” paparnya.

Sony Juwono mengungkapkan Global Halal Hub membangun ekosistem mulai dari desa, kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Baca Juga:  Buntut Kasus Suap, MA Bakal Pakai Sistem Robotik Tetapkan Majelis Hakim

“Melalui Global Halal Hub memudahkan buyer mancanegara membeli produk-produk halal Indonesia,” kata Sony yang juga pengurus Global Halal Hub.

Kunjungan kerja yang dipimpin Staf Khusus Wakil Presiden RI, Dr Lukmanul Hakim dan Dr Bambang Widianto, dihadiri Asisten Staf Khusus Wapres Guntur Subagja Mahardika dan Dhika Yudistira, Asisten Deputi Ekonomi dan Keuangan Setwapres Ahmad Lutfi, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia Diana Yumanita, Kepala Divisi Pengembangan Produk Halal KNEKS (Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah) Ahmad Iqbal, Pengelola Global Halal Hub Amalia Prabowo dan Sony Juwono, serta para pelaku usaha platform digital ekspor.(det/js)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles