24 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tak Bela Kapolrestabes

Medancyber.com Kali ini, saya berdiri disudut netral. Berada diposisi tidak ingin membela siapapun. Tak memojokkan siapapun. Mulai dari Kapolrestabes Medan maupun anggotanya. 

Terspesial anak buahnya yang kini duduk di kursi pesakitan lantaran didakwa menggelapkan barang bukti uang miliaran rupiah. Uang hasil transaksi narkoba. Mereka (anak buah) masih berproses  mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Sampai disini, mereka salah. Makanya saya tidak membela mereka.

Selain berproses pidana, mereka; Toto, Matredy, Rikardo, Dudi Efni dan 1 personel lagi saya lupa namanya, juga terancam dipecat.  Melepas seragam kehormatannya secara tidak hormat. Merelakan jabatan, pangkat, pengaruh, gaji pokok, tunjangan dan remonerasi yang lazim didapat polisi.

Kelimanya kini terpuruk. Jatuh terjerembab lantaran nafsu. Menyesali apa yang mereka tuai dari balik jeruji besi.

Baca Juga:  RS Delima Diduga Buang Limbah ke Pengepul, Dinas Lingkungan Hidup Segera Bertindak 

Pun Kapolrestabes Medan. Sama saja  downnya. Karena dari rangkaian kasus yang melilit anak buahnya itu, namanya terseret. Dituduh menerima suap dari hasil narkoba itu. Suap itu dikonversi menjadi 1 unit sepeda motor. Dihadiahkan buat aparat berprestasi. 

Ceritanya melanglangbuana. Merantau dari satu template media online ke media daring lain. Saban hari kabarnya ada saja. Sampai akhirnya viral di sosial media.

Begimana tidak. Kapolri, Kadiv Propam Mabes, Kapolda, Kompolnas sampai legislator pusat, cuap-cuap. Tiada hari tanpa mengomentari kabar suap ini.

Bicara soal viral tentang polisi ini, saya jadi teringat kejadian setahun lalu. November silam. Ketika pandemi mulai melandai. Saat varian Omicron belum bertandang ke Indonesia.

Baca Juga:  Aris Rinaldi Nasution Serahkan SK Pengurus Forwakum Sergai Periode 2025–2028

Kalian pasti masih ingat viral video istri Kapolres Tebing Tinggi yang pamer uang arisan di aplikasi Tiktok. Videonya direkam oleh sang staff. 

“Ada rekaman memegang uang pada saat arisan yang rutin dilakukan di Polres Tebing. Namun video dan foto itu diupload oleh staff-nya ke akun sosial medianya dan itu menjadi viral,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, kala itu.

Panca bersikap tegas. Tak lama setelah viral, Kapolres dicopot. Digeser ke Yanma Poldasu. Meski yang mengupload foto dan video bukan istri Kapolres Tebing Tinggi langsung, namun polisi tak pakai gigi atrek. Sanksi pelanggaran ditegakkan. Karena ada perintah Kapolri yang diterobos.

Baca Juga:  Paving Block Buatan Napi Rutan Tanjung Gusta Medan Dipakai Masjid Al Mukhlisin Helvetia, Pesan 5 Ribu Pcs

Apa itu? Kapolri tidak memperbolehkan jajarannya menunjukkan gambar-gambar yang menampilkan hedonisme. Terkait dengan harta benda meskipun itu bukan uang miliknya.

Kapolres Labuhan Batu juga senasib. Melepas jabatannya secara preumateur lantaran menunggangi motor gede. Berstatus diperiksa dan evaluasi jabatan. Pun itu lantaran diupload disosmed. Viral! Sialnya, pencopotannya seminggu setelah saya bertandang ke Kota Rantau Prapat, Labuhan Batu. Miris ah.

Nah apakah Kapolrestabes Medan juga akan alami hal sama? Dicopot karena juga viral dituduh terima suap. Meski itu belum tentu betul.

Saya tak ingin membela siapapun. Tak ke blok manapun. Tunggu saja akhir babaknya. Agar tidak berandai-andai. (*)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles