30 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Startup Lokal Bakal Disuntik Rp4,2 Triliun

Medancyber.com – Pemerintah mempersiapkan senjata melawan dominasi modal asing pada startup di Indonesia. Perusahaan rintisan yang mau memiliki gelar unicorn bakal didanai langsung dari sumber dalam negeri.

Senjata itu adalah Merah Putih Fund, lembaga pendanaan gabungan BUMN yang bakal menyuntik dana untuk perusahaan startup soonicorn alias yang menuju unicorn.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, dana sebesar US$ 300 juta atau mencapai Rp 4,29 triliun akan disiapkan oleh Merah Putih Fund untuk mendanai startup lokal jadi unicorn.

“Dana ini akan diluncurkan, jumlahnya mencapai sekitar US$ 300 juta,” ungkap pria yang akrab disapa Tiko dalam acara Mandiri Investment Forum 2022, Rabu (9/2/2022).

Baca Juga:  Kapolda Sumut Dampingi Menteri ESDM RI dan Dirut Pertamina Cek BBM

Dia bilang Merah Putih Fund akan tetap membuat para perusahaan startup mengurangi pendanaan dari modal asing dan tetap berada di Indonesia. Merah Putih Fund juga bakal mengawal unicorn di Indonesia untuk melantai di bursa efek.

“Kami akan luncurkan Merah Putih Fund, lembaga ini akan ditujukan untuk soonicorn atau startup yang bergerak jadi unicorn. Mereka akan tetap berada di Indonesia dan kami juga akan dukung mereka jadi listed di Bursa Efek Indonesia,” papar Tiko.

Merah Putih Fund diharapkan mampu menambah jumlah startup unicorn, bahkan decacorn di Indonesia. “Dengan kolaborasi ini kami perkuat dan pastikan perusahaan startup memiliki dana domestik dan membangun lebih banyak startup unicorn dan decacorn,” ujarnya.

Baca Juga:  Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi per 1 September 2023, Cek Lengkap di Sini

Dalam paparannya, target peluncuran Merah Putih Fund bakal dilakukan pada kuartal II 2022 ini. Merah Putih Fund akan dikelola BUMN dan lini usahanya, mulai dari Mandiri Capital, MDI Ventures, BRI Ventures, Telkom Mitra Inovasi (TMI), dan BNI.

Bicara soal Merah Putih Fund, lembaga ini sudah berkali-kali disebut Menteri BUMN Erick Thohir sejak akhir 2021 yang lalu. Erick pernah menyinggung ada tiga benang merah bagi perusahaan rintisan yang mau didanai oleh Merah Putih Fund.

Perusahaan itu wajib dimiliki dan diciptakan orang Indonesia, operasinya juga di Indonesia, dan memiliki rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga:  PKS Tolak Usulan Biaya Haji 2023 Jadi Rp69,2 Juta

“(Benang merah) satu foundernya punya orang Indonesia (penciptanya), kedua beroperasional di Indonesia dan go public-nya di Indonesia,” ungkap Erick dikutip dari YouTube ITS, Sabtu (11/12/2021) yang lalu.

Erick juga mengatakan selama ini belum ada kepedulian yang besar pada fenomena modal asing ke startup lokal. Kini pemerintah akan mewujudkan kepedulian pada hal itu lewat Merah Putih Fund.

“Jadi kita jangan nyalahkan kalau startup-startup kita diinvest oleh asing kalau kita marah. Wong kitanya belum peduli saat itu,” ujar Erick.(def/js)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles