May 16, 2022

Medan Cyber

Media Cyber Teraktual di Jagad Maya

Hakikat Taqwa dalam Puasa

Medancyber.com – Bulan puasa Ramadhan 1443 Hijriyah tak lama lagi akan segera berakhir di tahun ini. Umat Islam sudah bersiap-siap untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dimana pun berada sejak sepekan terakhir ini. Mulai dari mudik ke kampung halaman, menyiapkan kue, keperluan lebaran, baju muslim, dan aneka kegiatan jelang Idul Fitri lainnya. Tinggal beberapa hari ini, kita bisa memaksimalkan ibadah puasa Ramadhan yang tersisa sebelum datang Idul Fitri.

Hakikat puasa adalah selalu beriringan dengan kata taqwa. Puasa seperti disyariatkan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya dapat mengubah diri kita menjadi pribadi yang bertaqwa.

“La’ allakum tattaqun”, (Surah Al-Baqarah: 183).

Ada beberapa ciri yang menandakan seseorang bertaqwa atau tidaknya selain dengan indikator puasa. Allah SWT telah menggambarkan orang bertaqwa yang tertuang dalam surah Al- Baqarah: 1-5 dan Surah Ali-Imran: 133-146.

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 1-5, seseorang dikatakan bertaqwa apabila memiliki enam indikator penting yaitu:

1. Menjadikan Al-Qurán sebagai petunjuk
2. Beriman kepada hal ghaib
3. Senantiasa mendirikan sholat
4. Menginfaqkan sebagian rezeki di jalan Allah SWT
5. Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT
6. Meyakini keberadaan akhirat

Ciri orang bertaqwa tertuang juga dalam surat Ali-Imran. Adapun indikator tersebut diantaranya yaitu:

1. Orang yg menafkahkan nafkahnya dalam keadaan lapang atau sempit
2.Menahan diri dari amarah
3. Mudah memaafkan kesalahan sesama manusia
4. Orang yang selalu mengingat Allah SWT
5. Orang yang selalu meminta ampunan kepada Allah SWT

Puasa adalah salah satu pintu meraih taqwa. Taqwa inilah yang menjadi “buah” dari shaum seorang hamba sepanjang Bulan Ramadhan. Beliau mengibaratkan manusia layaknya adalah kupu-kupu.

Dimulai dari ulat yang memakan dedaunan lalu menjadi kepompong dengan berpuasa dan berakhir menjadi kupu-kupu yang sangat indah.

Begitu juga manusia, bulan Ramadhan ini menjadi ajang bagi setiap umat muslim untuk membersihkan diri dari perbuatan dosa dengan berpuasa. (Rsi/Mc)