24 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PTPN II Lengkapi Berkas, Poldasu Atensi Tindak Tegas Mafia Tanah Nama Tarno

Medancyber.com – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) atensi akan menindaktegas para mafia tanah yang meresahkan masyarakat sesuai instruksi Kapolri.

Demikian penegasan itu disampaikan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (10/6/2022).

“Tidak ada tempat mafia tanah di Sumatera Utara. Polda Sumut akan menindaktegas oknum-oknum yang mencoba meresahkan masyarakat seperti di Marindal,” tegas Kabid Humas.

Hadi menyarankan kepada masyarakat dan PTPN II untuk melaporkan setiap perbuatan oknum-oknum mafia tanah yang melakukan penyerobotan lahan tidak sesuai kepemilikan.

“Laporan PTPN II atau pihak-pihak lainnya yang menjadi korban ulah oknum mafia tanah tentunya akan ditindaklanjuti dan secepatnya diselesaikan,” ujarnya.

Diketahui, tanah milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) ll Distrik Rayon Selatan di Jalan Kebun Kopi, Marindal, Kecamatan Patumbak, diduga dicaplok mafia tanah bernama Sutarno alias Tarno.

Baca Juga:  USU Tambah 3 Guru Besar

Hal itu dibenarkan oleh salah satu pekerja yang ditemui di seputaran Kantor PTPN ll, Rabu, (8/6/2022). Ia mengaku merasa heran ketika melihat separuh kantornya dijadikan tempat cafe minuman oleh oknum yang dikenal warga sebagai mafia tanah.

“Intinya di sini tidak tau dan tidak ada konfirmasi sama kita,” ucap pekerja PTPN II Distrik Rayon Selatan yang tidak ingin ditulis namanya.

Menurutnya, berdasarkan logika tidak mungkin PTPN ll memberikan asetnya kepada pihak mafia tanah.

“Bapak-bapak punya kantor, kami ambil separuh, dikasih enggak,” tanyanya kepada awak media dengan nada kesal.

Ditegaskannya lagi, PTPN ll Distrik Rayon Selatan tidak pernah memberikan izin kepada mafia tanah untuk menduduki atau membangun warung tempat minuman di lingkungan kantor.

Baca Juga:  Mayat Bayi Ditemukan di Bak Hotel Anakato Pancurbatu

“Sama sekali tidak ada memberikan izin,” tegasnya.

Terpisah, warga sekitar saat ditemui menerangkan sebelum dibangun cafe minuman, tanah milik PTPN ll itu terdapat cagar budaya berupa rumah panggung. Namun sekarang cagar budaya itu sudah dihancurkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Secara terpisah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) ll Distrik Rayon Selatan segera melaporkan Tarno karena diduga merebut lahan di Jalan Kebun Kopi, Marindal, Kecamatan Patumbak, tanpa izin.

“kita sudah ke lapangan. Ternyata lahan yang diduga dicaplok warga bernama Tarno itu masih aset dari PTPN II,” kata Humas PTPN II, Rahmad.

Baca Juga:  Komnas HAM Kecam Pemprov DKI Saat Tertibkan LGBT di Hutan Kota Cawang, Heru Budi: Sudah Melakukan Perbuatan Negatif

“Perbuatannya ini jelas melanggar hukum. Oleh karena itu PTPN II segera menempuh jalur hukum melaporkan kasus pencaplokan lahan yang diduga dilakukan Tarno itu, ke Polda Sumut,” ucap Rahmad lagi.

Ditambahkan, Bidang Hukum PTPN II sedang melengkapi berkas perkara untuk melaporkan Tarno ke Polda Sumut karena sudah menyerobot aset lahan tersebut.

Direktur Utama (Dirut) PTPN II, Iwan Perangin-angin, menegaskan kasus lahan yang diduga diserobot oleh mafia tanah bernama Tarno menjadi atensi. “Kami atensikan. Lahan itu masih aset dari PTPN II. Kita akan lawan mafia-mafia tanah itu,” tegasnya.

Sementara itu, Tarno saat dikonfirmasi tentang dugaan melakukan penyerobotan (pencaplokan) lahan milik PTPN II enggan memberikan tanggapan.(js/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles