30 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

ESDM Targetkan Konsumsi BBM Bersubsidi Turun 10 Persen

Medancyber.com – Kementerian ESDM menargetkan konsumsi pertalite dan solar turun 10 persen dengan pembatasan pembelian dua jenis BBM tersebut.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan pembatasan pembelian BBM jenis pertalite dan solar tertuang dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.

“Kita bisalah mengejar efisiensi turun 10 persen, kurang lebih begitu supaya tepat sasaran,” ungkap Tutuka kepada media, Senin (20/6).

Ia mengatakan inti dari revisi perpres itu adalah meminta masyarakat mampu untuk tak membeli pertalite sebagai BBM penugasan. Begitu juga bagi pelaku industri yang dilarang untuk membeli solar bersubsidi.

Baca Juga:  Bank Indonesia Sumut Hadirkan Kembali Medan Digifestival 2024

“Intinya bagi yang beruntung itu membantu yang tidak beruntung, jangan justru memanfaatkan juga kondisi sekarang ini, satu itu untuk pertalite dan untuk solar juga jangan dipakai oleh yang tidak berhak,” jelas Tutuka.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan pemerintah akan membuat regulasi yang mengatur dua hal, yakni kenaikan harga minyak dunia dan peralihan konsumen dari BBM non subsidi ke BBM bersubsidi akibat disparitas harga.

Hal ini akan diatur dalam revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.

Baca Juga:  MTQ Ke-59 Kota Medan Resmi Ditutup, Medan Selayang Sabet Juara Umum

“Di dalam perpres tersebut tidak hanya BBM jenis Pertalite yang akan disempurnakan, satu lagi yang lebih krusial BBM jenis solar karena solar masih disubsidi meskipun subsidi per liter, tetapi harganya masih sangat murah kalau dibandingkan dengan solar non subsidi,” ungkap Djoko.

Saat ini, kata Djoko, harga solar bersubsidi hanya sebesar Rp5.100 per liter, sedangkan harga solar non subsidi mencapai Rp13 ribu per liter.

Djoko mengatakan perang Rusia-Ukraina telah membuat harga minyak mentah dunia melambung, khususnya gasoline. Alhasil, harga BBM jenis Pertamax di dalam negeri naik menjadi Rp12.500 per liter.

Baca Juga:  Wamenkes RI dan Dubes Arab Saudi Apresiasi Misi Operasi Jantung di RSUP Haji Adam Malik

Namun, pemerintah tak menaikkan harga BBM jenis Pertalite. Dengan demikian, harga BBM tersebut masih Rp7.650 per liter. (cnni/js)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles