Oleh: Sapitra R SE (Pengamat Sepak Bola dan Wakil Ketua Bidang Pemuda Olah Raga DPD BMI Sumut)
DUNIA sepak bola Indonesia, akhir pekan ini berduka dan mata dunia melotot ke kita. Dengan tajuk Super Derby Jatim, antara Arema Vs Persebaya Surabaya di lanjutan Liga 1- Domestik, Indonesia. Skor akhir berkesudahan 2 – 3 untuk Kemenangan bagi sang tamu Persebaya Surabaya.
Fanatisme kedua klub ini memang sudah berakar sejak era sepakbola resmi nasional bergulir. Penting bagi semua orang, khususnya para supporter dan loyalis club kebanggaan masing-masing adalah, menanamkan paham bahwa sepakbola adalah salah satu alat pemersatu, hiburan dan prestasi. Jangan berlebihan, apalagi sampai kebablasan bentrok dan ribut di luar lapangan pertandingan.
Jatuhnya banyak korban, dari yang meninggal dan terluka, bukan main main jumlahnya. Ini jelas sangat tidak diharapkan.
Semua pihak harus menjaga diri dan emosi untuk tetap menerima hasil akhir apapun dari sebuah pertandingan di level dan kondisi apapun.
Terakhir, penting dan perlunya pihak-pihak yang ada di sebuah pertandingan besar tahu dan mengenal, serta faham akan sebuah peraturan, baik peraturan sebagai penonton, maupun sebagai petugas dan pelaksana pertandingan.
Standart Operasional Prosedur (SOP) dan Prosedur Ketetapan (Protap) dari setiap pertandingan ada, dan itu penting diketahui agar tidak salah dalam mengambil keputusan dari keadaan dan situasi yang tepat dan benar.
Semoga Tragedi Kanjuruhan ini, tepat dan benar diusut. Tidak saling menyalahkan dan menjadi tragedi kelam terakhir di dunia sepakbola Indonesia.
Salam Damai, Salam Sepak Bola Indonesia.(*)



