32 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Soal Koalisi Partai, PKS Minta Jokowi Santai

Medancyber.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan tak perlu khawatir disalahkan bila partai gagal berkoalisi.

“Presiden tidak perlu takut atau khawatir dengan hal tersebut. Kalau memang beliau tidak ikut intervensi dalam proses penentuan koalisi pilpres, ya santai saja,” kata Juru bicara PKS, Muhammad Kholid, Kamis (22/12/2022).

Menurut Kholid, presiden sebaiknya menjalankan peran sebagai kepala negara. Presiden, menurutnya, tak perlu khawatir terkait pencapresan.

“Kalau presiden sibuk ikut urusan pencapresan, akan membuka ruang spekulasi publik terkait rumor adanya intervensi, itu jadi tidak baik buat demokrasi kita, dan tidak baik juga buat beliau sebagai pemimpin bangsa,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jadikan Barometer, DPD AMPI Kota Medan Siap Berkolaborasi dengan Walikota Medan

Kholid menyebut partai politik punya kewenangan penuh menentukan capresnya. Pimpinan partai yang berhak menentukan layak tidaknya calon untuk pemilu mendatang.

“Desain konstitusi juga mengamanatkan partai politik yang punya hak dan wewenang dalam mencalonkan presiden dan wakil presiden. Jadi, sudah sewajarnya pencapresan menjadi domain pimpinan partai,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berbicara tentang Istana yang selalu dikambinghitamkan dalam urusan politik. Jokowi khawatir jika nanti ada partai yang gagal koalisi, Istana yang disalahkan.

“Yang saya takutkan nanti kalau ada yang gagal koalisi, gagal koalisi nanti yang dituduh Istana lagi. Ini Istana ini, ini Istana ini,” kata Jokowi dalam HUT Partai Hanura di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (21/12).

Baca Juga:  Pemikul 20 Kg Ganja Divonis 18 Tahun Bui

Jokowi mengaku tak tahu menahu urusan koalisi antarpartai. Jokowi lantas melontarkan satire soal Istana yang selalu disalahkan.

“Padahal kita itu kan nggak ngerti koalisi antarpartai, antar ketua partai yang ketemu. Tapi yang paling enak memang mengkambinghitamkan menuduh Presiden, Istana, Jokowi, paling enak itu. Paling mudah dan paling enak,” ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga khawatir jika ada pihak yang nanti tak mendapatkan tiket untuk maju Pilpres, dirinya lah yang akan juga disalahkan. Jokowi heran mengapa dirinya selalu disalahkan.

“Ada lagi nanti, mungkin, mungkin, untuk Pilpres. Nanti bisa seperti itu lagi, ada orang atau tokoh yang ingin sekali dapat kendaraan supaya bisa mencalonkan ternyata tidak bisa. Tuduh lagi presiden itu ikut-ikutan, Istana itu ikut-ikutan, kekuatan besar ikut-ikutan. Lah urusannya apa dengan saya,” ujar Jokowi.(det/js)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles