32 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Beredar Video Pencurian Sawit Penyebab Tewasnya Komandan Satpam di Labuhan Batu

Medancyber.com – Beredar video pencurian sawit Kronologi hingga Menyebabkan tewasnya Hasrat Siregar (49), warga Desa Brussel, Kecamatan Marbau, Labura selaku komandan Satpam PT Smart, Padang Halaban, Labuhanbatu Utara, (Labura), Sumut pada Minggu (15/1/2023) lalu.

Rekaman video tersebut dikirim anak korban ke redaksi medancyber, Senin (23/1/2023). “Itu rekaman video pencurian sawit yang direkam ayah. Gara-gara mengamankan pencurian sawit itu lah bapak diserang. Itu awak dapat dari hape bapak,” terang Nanda.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki menjelaskan, bermula saat tim pengaman perkebunan memergoki pencurian tandan buah sawit yang dilakukan oleh sekelompok orang. Ketika itu seorang pelaku sempat berhasil diamankan, namun akhirnya dilepaskan karena mendapat perlawanan dari kelompok pencuri.

Baca Juga:  Polrestabes Segera Periksa 2 Anggota DPRD Medan Terlapor Penganiaya di Lokasi Hiburan Malam

Mendapat perlawanan, tim pengaman ini kemudian melapor ke kantornya. Mendengar itu, tim yang dipimpin korban langsung bergerak menuju lokasi pencurian, guna mengamankan tandan buah sawit yang kembali berhasil dikuasai oleh para pencuri.

Sesampainya di lokasi, kelompok pencuri yang dibantu oleh warga sekitar langsung menyerang tim pengaman yang dipimpin Hasrat Siregar. Akibatnya Hasrat tewas di lokasi kejadian setelah terkena sabetan kampak di punggung dan kakinya.

“Korbannya hanya satu orang, yaitu komandan Satpam yang tewas itu,” kata Rusdi.

Polisi yang mendengar peristiwa tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Beberapa saat kemudian, Arifin pun berhasil diamankan.
Sementara untuk korban, polisi kemudian membawanya ke RSUD Rantauprapat, untuk divisum. Selanjutnya korban kemudian diserahkan kepada keluarga.

Baca Juga:  Eks Kapolres Ngada NTT Jalani Sidang Perdana Kasus Pencabulan Anak

Sedangkan pelaku yang telah ditangkap polisi bernama Arifin, warga Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek, Labura. Dalam peristiwa tersebut Arifin adalah orang yang menyerang korban dengan kapak.

Atas peristiwa itu, Nanda berharap Polres Labuhan Batu bekerja profesional dengan meringkus semua pelaku yang terlibat.

“Ini kasus penyerangan secara berkelompok dan direncanakan. Kami dari pihak keluarga korban berharap polisi menangkap semua pelaku. Jangan sampai ada pelaku yang lolos dari kejahatannya,” harap Nanda.

Menurut Nanda tak sulit untuk polisi mengetahui siapa-siapa saja pelaku yang terlibat. Karena semua terekam video yang sudah beredar dibanyak media. (bri/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles