24 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

MKH Berhentikan dengan Tidak Hormat Minggu Saragih, Hakim Ad Hoc PN Medan

Medancyber.com – Majelis Kehormatan Hakim (MKH) telah menjatuhkan putusan memberhentikan dengan tidak hormat hakim ad hoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Minggu Saragih.

Demikian rilis anggota KY dan juru bicara Komisi Yudisial (KY) RI Mukti Fajar Nur Dewata tertanggal 6 Mei 2025 yang diterima Medancyber.com, Rabu (7/5/2025).

“Menjatuhkan sanksi kepada terlapor dengan sanksi berat berupa pemberhentian tidak
dengan hormat dari jabatan hakim, sebagaimana diatur dalam Peraturan Bersama
Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia dan KY RI Nomor: 02/PB/MA/IX/2012 – 02/PB/P.KY/09/2012 tentang Panduan Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim,” ujar Wakil Ketua KY Siti Nurdjanah yang bertindak sebagai ketua sidang MKH, Selasa (6/5/2025) di Gedung MA, Jakarta.

Terlapor Minggu Saragih terbukti menerima uang dari pihak berperkara. Ia terbukti melanggar Angka 1.1 butir (2), Angka 1.1 butir (5), Angka 1.2 butir (2), Angka 2.1 butir (2), Angka 2.2 butir (1) Angka 3.1 butir (1), Angka 5.1 butir (5.1.1), Angka 5.1 butir (5.1.3), Angka 5.1 butir (5.1.4), Angka 6.1, dan Angka 7.1 Surat Keputusan Bersama Ketua MA RI dan Ketua KY RI No: 047/KMA/SKB/IV/2009- 02/SKB/P.KY/IV/2009.

Baca Juga:  Soal Kematian Janggal Bripka AS, Propam Periksa Kapolres Samosir

Yakni tentang Kode Etik dan Perilaku Hakim jo Pasal 5 ayat (2) huruf b, Pasal 5 ayat (3) huruf b dan huruf e, Pasal 6 ayat (2) huruf a, Pasal 6 ayat (3) huruf a, Pasal 9 ayat (4) huruf a, b dan c, Pasal 10 ayat (2) huruf a, dan Pasal 11 ayat (3) huruf a Peraturan Bersama MA RI dan KY RI Nomor
02/PB/MA/IX/2012-02/PB/P.KY/09/2012.

Temuan KY, Minggu Saragih bertemu dengan pihak berperkara, yakni seorang advokat. Minggu Saragih menjanjikan akan membantu kasus yang dihadapi advokat. Setidaknya Minggu Saragih menjanjikan akan membantu ‘pengaturan’ terhadap 11 perkara, termasuk perkara kasasi di MA.

Mengakui


Di MKH, Minggu Saragih mengakui menerima uang dari pihak berperkara, tetapi membantah telah menerima sejumlah uang yang nilainya hampir mencapai satu miliar rupiah.

Menurut pengakuan Minggu Saragih, uang yang diterimanya telah dikembalikan karena merupakan utang, bukan suap untuk menyelesaikan perkara.

Baca Juga:  3 Pengedar 21,9 Kg Ganja Terancam Hukuman Mati

Minggu Saragih bahkan membawa surat pernyataan dari advokat tersebut untuk memperkuat bahwa uang yang diberikan telah dikembalikan.

Minggu Saragih juga menyatakan bahwa dirinya telah ditarik dan ditempatkan di Pengadilan Tinggi (PT) Medan untuk mendapatkan pembinaan, sehingga ia merasa sudah memperoleh sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukannya.

Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) yang melakukan pembelaan menyatakan bahwa agar majelis MKH mempertimbangkan sanksi yang diberikan kepada terlapor. Minggu Saragih dianggap telah menjalankan tugasnya dengan baik selama 9 tahun sebagai hakim ad hoc PHI dan masih memiliki anak yang membutuhkan dukungan materi.

Dalam putusannya, ketua majelis MKH Siti Nurdjanah menyatakan, menolak
pembelaan dari Minggu Saragih dan IKAHI.

“Terlapor sebelumnya sudah pernah mendapat sanksi dari Mahkamah Agung berupa teguran tertulis karena bertemu pihak berperkara,” tegas Nurdjanah.

Majelis MKH terdiri dari Wakil Ketua KY Siti Nurdjanah sebagai Ketua MKH, bersama
perwakilan Anggota KY M Taufiq HZ, Joko Sasmito dan Mukti Fajar Nur Dewata.
Sedangkan perwakilan MA maeung-masing hakim agung Agus Subroto, Noor Edi Yono,
dan Imron Rosyadi.

Baca Juga:  Terkait Penangkapan 35 Mahasiswa USU, Gannas Sumut Minta Rektor Lakukan Monitoring

Terpisah, Minggu Saragih saat dikonfirmasi ke nomor WhatsApp pribadinya menjawab sangat menyesalkan keputusan MKH yang tidak mempertimbangkan bukti yang ia ajukan yaitu adanya surat pernyataan dari advokat yang menyatakan tidak pernah mengadukannya.

“Semua urusan tentang uang telah saya lunasi ke dia. Memang saya akui ada pertemuan dan minta tolong ke saya, Tapi saya sudah kembalikan semua uangnya. Oleh karena tidak ada lagi upaya hukum terkait dengan putusan MKH saya menyerah semua pada Tuhan. Semoga Tuhan yang membalas terhadap orang yang sudah menzolimi saya sejak adanya surat pengaduan dari lembaga yang tidak jelas siapa yang buat surat tersebut,” beber Minggu Saragih.

Disinggung soal laporannya ke ewan Pers terhadap sejumlah media termasuk medanbisnisdaily.com yang memberitakan dirinya telah menerima suap, Minggu Saragih terkesan menjawab klise.

“Terkait Dewan Pers sudah ada putusan Dewan Pers,” jawabnya singkat. (zul/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles