25 C
Medan
Wednesday, 16 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gegara Tak Nyumbang Pesta Pernikahan Guru, Seorang Siswa SMPN 2 Mardinding Tanah Karo Ditempeleng

Medancyber.com – Perlakuan kasar diterima seorang siswa SMP Negeri 2 Mardinding, Kabupaten Karo berinisial RFP. Hanya gegara tak ikut menyumbang untuk pesta pernikahan gurunya, ia harus mengalami penganiayaan dari guru tersebut. Kini, RFP mengalami trauma, dan mengaku tak ingin lagi bersekolah.

Ceritanya, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/5/2025), dimana saat itu para siswa SMP Negeri 2 Mardinding, sebelum jam pelajaran sekolah berakhir, dimintai sumbangan, atau yang mereka sebut uang dana sosial bantuan terhadap seorang guru yang akan mengadakan acara pesta pernikahan.

Korban yang duduk di bangku kelas 1 SMP tersebut, saat itu mengaku tak punya uang saat dimintai sumbangan sebesar Rp3 ribu oleh siswi lainnya.

Baca Juga:  Larang Wartawan Ambil Foto, Ketua FWP Kecam Keras Tindakan Oknum Kontraktor

Akibatnya, korban dipanggil untuk menghadap ke salah satu ruangan di sekolah oleh seorang oknum guru yang diduga merupakan pelaku.

Sesampainya di ruangan tersebut, oknum guru yang diketahui berinisial KS, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), sempat menanyai korban mengapa tak ikut memberikan sumbangan. Korban pun mengaku tak punya uang.

Tak berselang lama, oknum guru tersebut langsung melayangkan tangannya ke arah kepala korban, tapi dengan refleks korban mengelak.

Merasa dilecehkan, oknum guru tersebut kembali melayangkan tangannya ke kepala korban. Tapi, lagi-lagi korban mengelak.

Baca Juga:  Heboh Isu Beras Oplosan! Diskop UKM Perindag Medan Turun Tangan Razia Pasar: Kami Pastikan Mutu Aman!

Oknum guru tersebut kian emosi. Untuk ketiga kalinya, oknum guru tersebut melayangkan tamparan. Dan kali ini mendarat mulus ke kepala korban.

Kerasnya tamparan itu membuat korban kesakitan. Setibanya di rumah, korban pun melapor kepada orang tuanya. Ia juga mengaku tak ingin lagi bersekolah.

Atas kejadian itu, keeseokan harinya, Sabtu (10/5/2025), orang tua korban mendatangi SMPN 2 Mardinding, guna meminta pertanggungjawaban pihak sekolah terutama kepada pelaku, yang diduga telah berlaku semena-mena. Apalagi sumbangan yang diminta untuk urusan pribadi.

Namun, sayang, Kepala sekolah SMP Negeri 2 Mardinding, Baik Karo-karo saat itu tidak berada di sekolah. Walhasil, orang tua yang kecewa harus kembali pulang tanpa ada kepastian nasib anaknya yang jadi korban gurunya sendiri.

Baca Juga:  Wamenaker Immanuel Ebenezer Diciduk KPK

Terpisah, Kepala Sekolah Negeri 2 Mardinding Baik Karo Karo yang coba dikonfirmasi awak media, Senin (12/5/2025), hingga berita ini terbit belum memberi tanggapan.

Sementara, Kabid SMP Dinas Pendidikan Tanahkaro Juneidy Tarigan yang dihubungi via WhatsApp, mengaku akan memanggil Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mardinding.

“Ya, bang, Kasek (Kepala Sekolah) sudah kita panggil untuk hadir di Kantor Dinas pada Hari Rabu nanti untuk kita minta penjelasan terkait peristiwa tersebut,” sahut Junedy, singkat.(js/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles