Medancyber.com – Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menegaskan pentingnya transformasi digital bagi para pedagang pasar tradisional di Kota Medan agar mampu bersaing di era perdagangan modern.
Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi DPW Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia (APSI) Provinsi Sumatera Utara, di Balai Kota Medan, Senin (20/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, DPW APSI menyampaikan sejumlah persoalan terkait pengelolaan pasar di Kota Medan, termasuk menurunnya jumlah pengunjung serta minimnya kemampuan digital para pedagang yang masih bergantung pada sistem penjualan konvensional.
“Sekarang masyarakat banyak yang berbelanja online. Karena itu, pedagang pasar juga harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ujar Zakiyuddin.
Wakil Wali Kota yang didampingi Asisten Ekbang Kota Medan, Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Benny Iskandar Nasution, serta Direktur PUD Pasar Kota Medan, menegaskan bahwa Pemko Medan siap mendukung peningkatan kapasitas pedagang melalui pelatihan penjualan daring (online selling) dan digital marketing.
“Pemko Medan berkomitmen membantu pedagang agar bisa beradaptasi dengan sistem jual beli digital. Ini bentuk kepedulian kami agar ekonomi pasar tetap hidup,” tambahnya.
Zakiyuddin juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan, kenyamanan, dan pelayanan pasar sebagai kunci untuk menarik kembali minat masyarakat agar berbelanja di pasar tradisional.
“Daya beli masyarakat juga dipengaruhi oleh kondisi pasar. Pasar harus bersih, aman, dan nyaman agar tidak kalah saing dengan minimarket atau supermarket besar di kota ini,” tegasnya.
DPW APSI Sumut menyambut positif arahan tersebut dan berharap Pemko Medan dapat memperkuat sinergi dengan asosiasi pedagang dalam meningkatkan kesejahteraan dan daya saing pedagang tradisional melalui program digitalisasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.(bdh/mc)



