25 C
Medan
Wednesday, 16 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wacana Budi Arie Bergabung ke Gerindra Ditolak Sejumlah Ketua DPC, Ada Apa Sebenarnya?

Medancyber.com – Wacana Budi Arie untuk bergabung dengan Partai Gerindra usai Kongres Projo III akhir pekan lalu, mengundang reaksi beragam.

Meskipun secara terbuka Budi Arie menyatakan niatnya untuk bergabung ke dalam partai yang dipimpin Prabowo Subianto, gelombang penolakan datang dari sejumlah Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Gerindra di berbagai daerah.

Pernyataan kontroversial ini langsung memicu perbincangan hangat di dunia politik. Beberapa Ketua DPC Gerindra merasa tidak sepantasnya Budi Arie, yang dikenal sebagai mantan Ketua Projo, langsung masuk tanpa melalui proses yang seharusnya. Mereka khawatir bahwa kehadirannya justru akan merusak stabilitas internal partai dan merugikan basis Gerindra yang selama ini berjuang dengan prinsip dan ideologi yang sudah terbentuk.

Baca Juga:  Musda Partai Golkar Sumut XI, MKGR Sumut Alihkan Dukungan Ke Andar Amin Harahap

“Kami di daerah sudah bekerja keras, dengan prinsip dan semangat perjuangan Gerindra. Kehadiran Budi Arie bisa jadi tantangan bagi kami. Kami menolak proses tanpa pertimbangan matang,” kata salah seorang Ketua DPC yang tidak ingin disebutkan namanya.

Beberapa pihak dalam internal partai juga menilai langkah ini sebagai upaya “rekayasa politik” yang hanya bertujuan untuk mendongkrak popularitas di luar Gerindra. Bahkan, mereka mengaitkan wacana ini dengan isu-isu kekuatan politik yang lebih besar menjelang Pemilu 2024.

“Ini bukan masalah personal, tetapi lebih kepada arah politik yang diinginkan oleh Gerindra. Kami bukan partai yang hanya ingin dijadikan kendaraan politik untuk kepentingan sesaat,” lanjut sumber lainnya.

Baca Juga:  Musa Rajekshah : AMPG Motor Pergerakan Kepemudaan

Namun, beberapa tokoh lain di tubuh Gerindra menyatakan bahwa Budi Arie memiliki potensi untuk memperkuat partai dan menambah kekuatan politik terutama dalam menghadapi Pemilu yang semakin dekat. Meski begitu, Projo sebagai salah satu elemen penting yang mendukung Gerindra juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal ini.

“Kita harus belajar dari pengalaman, siapa yang kita bawa masuk dan bagaimana dia bisa membawa perubahan positif untuk Gerindra. Tidak hanya melihat kedekatan semata,” ujar salah satu anggota senior Gerindra yang menyarankan kehati-hatian dalam menyikapi permasalahan ini.

Baca Juga:  Pilkada Tapsel 2024: Gus Irawan - Jafar Syahbuddin Daftar ke KPU Didampingi 12 Partai Pengusung

Kasus ini semakin menarik perhatian publik dan memunculkan banyak spekulasi tentang apakah Prabowo Subianto akan tetap mendukung langkah tersebut atau mengambil kebijakan berbeda dalam melihat situasi ini.(mc/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles