Medancyber.com – Thailand kini tengah berduka. Banjir besar yang melanda Negeri Gajah Putih menewaskan 162 orang, membuat ribuan lainnya mengungsi dan memicu kritik keras terhadap pemerintah.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, akhirnya buka suara. Ia mengakui pemerintah gagal memberikan perlindungan dan memohon maaf kepada warga.
“Saya minta maaf atas kekurangan kami,” tegasnya setelah meninjau langsung lokasi terdampak.
Pemerintah Myanmar langsung bertindak tegas. Kepala distrik Hat Yai, Eak Young-Apai Na Songkhla, resmi dicopot dari jabatannya setelah diduga tidak ditemukan selama puncak krisis banjir berlangsung. Publik Thailand menganggap pencopotan ini sebagai sinyal bahwa pemerintah tidak akan mentolerir kelalaian pejabat daerah.
Dalam upaya pemulihan, pemerintah Thailand mengumumkan kompensasi besar: Rp1 miliar untuk setiap keluarga yang kehilangan anggota keluarga akibat banjir — sebuah langkah yang membuat dunia menoleh.
Kebijakan cepat, tegas, dan transparan ini memicu diskusi luas di media sosial Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terutama soal bagaimana negara harus hadir saat warganya sedang berada dalam kondisi paling sulit.(mc)



