Medancyber.com – Ketegangan di Caracas memuncak setelah Nicolás Maduro mengumumkan status darurat nasional.
Tak lama berselang, Donald Trump membuat klaim mengejutkan di platform Truth Social: ia menyebut Maduro dan istrinya telah “ditangkap” dalam operasi yang disebut melibatkan penegak hukum Amerika Serikat.
Trump sebelumnya memang menawarkan hadiah hingga US$25 juta bagi informasi keberadaan Maduro, dan berulang kali melabeli pemerintahan Venezuela sebagai “negara narkoba.” Dalam unggahannya, Trump mengklaim operasi tersebut merupakan hasil kerja sama lintas lembaga.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi independen dari pemerintah Venezuela, AS, maupun lembaga internasional yang memverifikasi klaim penangkapan tersebut.
Maduro juga belum muncul di hadapan publik pascaklaim itu—memicu spekulasi, namun tidak dapat dianggap bukti.
Sejumlah pengamat menilai pernyataan ini bisa menjadi perang informasi/psikologis di tengah eskalasi geopolitik, bukan peristiwa faktual di lapangan. Dalam situasi krisis, klaim sepihak kerap digunakan untuk menekan lawan dan membentuk opini global.(mc/mc)



