24 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rico-Zaki ‘Dikepung’ Spanduk ‘Wali Kota Pomade Out’, Nezar Djoeli: Ini Bukan Murni Gerakan Mahasiswa, Ada yang Main di Balik Spanduk

Medancyber.com – Tokoh masyarakat Sumatera Utara, H. M. Nezar Djoeli, S.T., menilai spanduk yang menyerukan penurunan Wali Kota Medan di sejumlah ruas jalan yang ada di kota Medan, adalah “provokatif,” menurutnya hal itu bukan murni gerakan mahasiswa. Ia menduga ada pihak tertentu yang mendalangi.

“Spanduk-spanduk itu terlihat tercetak rapi, tertata masif, dan membutuhkan biaya besar, baik cetak dan memasangnya. Saya tidak yakin itu murni inisiatif adik-adik mahasiswa Cipayung Plus, ada indikasi aktor intelektualnya di balik layar yang memanfaatkan situasi ini,” ujar Nezar, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga:  Terjerat Kasus Gratifikasi dan TPPU, Rafael Alun Divonis 14 Tahun Bui

Menurutnya, isi spanduk bukan lagi kritik kebijakan, melainkan sudah mengarah pada serangan personal terhadap wali kota. Hal itu dinilai tidak mencerminkan etika kritik yang sehat dalam demokrasi.

“Kritik seharusnya pada kebijakan dan kinerja institusi, bukan pada hal-hal personal yang bernuansa penghinaan. Ini berpotensi memecah belah masyarakat Kota Medan,” tegasnya.

Nezar juga mengingatkan bahwa masa jabatan Wali Kota Medan saat ini belum genap satu periode, bahkan baru satu tahun berjalan.

“Menjadi walikota dan wakil walikota bukan bisa langsung revolusi ubah segala sesuatu dengan asal, perlu proses dan perencanaan dan waktu. Saya pikir publik, khususnya kalangan mahasiswa, dapat memberi ruang bagi pemerintah kota untuk bekerja sebelum menjatuhkan penilaian yang terlalu dini,” ujarnya.

Baca Juga:  Anak Medan Deli Lulusan SMK Kesehatan Imelda Lolos Polteknaker Jakarta, Diterima di Tengah Seleksi Ketat Nasional

Sambungnya, “Kita harus objektif. Belum genap setahun menjabat, sudah ada beberapa capaian yang patut diapresiasi, seperti pengendalian banjir berbasis lingkungan hingga peningkatan pendapatan daerah yang mulai terlihat.”

Di bulan suci Ramadan, Nezar mengajak mahasiswa untuk mengedepankan cara-cara dialogis dalam menyampaikan aspirasi. Ia menilai mahasiswa sebagai kelompok intelektual seharusnya tampil dengan argumentasi dan solusi, bukan emosi dan provokasi.

“Saya minta adik-adik mahasiswa bersabar, memperkuat dialog, dan tetap menjaga marwah gerakan mahasiswa sebagai gerakan moral,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pihak-pihak yang diduga membiayai pembuatan spanduk tersebut agar lebih bijak dalam menggunakan dana.

Baca Juga:  Helikopter Militer AS Jatuh di Australia, Tiga Marinir Tewas

“Kalau memang ada yang punya kelebihan rezeki untuk mencetak spanduk sebanyak itu, lebih baik disalurkan untuk membantu fakir miskin di bulan Ramadan. Itu jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Nezar.(js/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles