26 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

97 Persen SPBU Pascabencana Sumatra Telah Beroperasi

Medancyber.com – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra melaporkan bahwa per 4 Maret 2026, dari 156 SPBU terdampak, sebanyak 151 di antaranya atau 97 persen telah beroperasi, dengan 5 SPBU belum beroperasi karena kendala akses jalan.

Hal itu disampaikan sejalan perkembangan terkini dari operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).

Sementara untuk menambah pasokan BBM, terdapat 8 SPBU alternatif yang mayoritas tersebar di Aceh Tengah. Lalu, sebanyak 11 SPBE dan 131 agen Liquefied Petroleum Gas (LPG) juga sudah beroperasi seluruhnya.

Baca Juga:  Soal Pengusutan Penembakan Brigadir J, Kabareskrim: Ada Penghilangan Barang Bukti

Namun, hingga kini Satgas PRR masih menghadapi tantangan pasokan BBM karena akses Lhokseumawe ke Aceh Utara, Bireun, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Kuta Belang, Meureudu yang belum sepenuhnya normal. Pasalnya, sebagian jalur masih dalam perbaikan.

Selanjutnya, Satgas PRR melaporkan bahwa sebanyak 406 SPBU, 46 SPBE, dan 383 agen LPG terdampak di Sumut seluruhnya juga 100 persen berfungsi. Adapun pasokan tercatat belum stabil akibat sejumlah akses jalan yang terputus, seperti di Humbang Hasandutan.

Di Sumbar, 147 SPBU, 14 SPBE, dan 172 agen LPG juga telah 100 persen beroperasi. Satgas PRR mencatat, akses pasokan BBM dan LPG melalui Lembah Anai dan Malalak belum bisa dilakukan, sehingga dilakukan pengalihan rute melalui rute alternatif Sitinjau Lauik.

Baca Juga:  AS Siap Pasang Badan Lawan China di LCS

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatra, Muhammad Tito Karnavian menyampaikan jika pasokan BBM dan LPG serta listrik adalah kebutuhan mendasar yang harus masuk dalam prioritas indikator pemulihan kehidupan.

“Untuk indikator pemulihan di antaranya adalah hal-hal yang sangat mendasar diperlukan, seperti listrik, kemudian bahan bakar, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun liquefied petroleum gas (LPG), serta sarana komunikasi dan internet,” kata Tito dalam rilis pers, Rabu (11/2).(cnni/js)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles