Medancyber.com – Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 di Delipark Mall, Medan.
Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan penandatanganan kontrak perdagangan antara pelaku UMKM, aggregator, sektor perhotelan, restoran, serta pelaksanaan business matching pembiayaan bersama perbankan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono, Gubernur Sumatera Utara M. Afif Bobby Nasution, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Ameriza M. Moesa.
Momentum ini menjadi bukti nyata sinergi Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, perbankan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas akses pasar dan pembiayaan agar UMKM semakin siap naik kelas hingga mampu menembus pasar global.
Mengusung semangat memperkuat ekosistem UMKM yang berdaya saing, KKSU 2026 menghadirkan lebih dari 300 UMKM unggulan dari berbagai daerah di Pulau Sumatera. Berbagai sektor unggulan, mulai dari fesyen, kopi, kuliner hingga produk kreatif lokal, dipamerkan kepada masyarakat, investor, dan pembeli potensial.
Berbagai agenda unggulan turut memeriahkan kegiatan, di antaranya Sumatra Coffee Journey sebagai etalase kopi berskala internasional, Medan Fashion Trend yang menampilkan kolaborasi industri fesyen berbasis wastra Nusantara, serta Pameran Kuliner Khas Sumatera Utara yang memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada pasar yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono menegaskan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat sektor UMKM melalui tiga strategi utama, yakni mendorong pembiayaan melalui kebijakan likuiditas makroprudensial, meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pengembangan termasuk MANGULOSI, serta memperluas digitalisasi sistem pembayaran guna meningkatkan efisiensi transaksi dan inklusi keuangan.
Menurut Thomas, penguatan produk UMKM lokal memiliki peran strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara mengingat konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian daerah.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara M. Afif Bobby Nasution mengapresiasi sinergi yang terus dibangun bersama Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah.
Ia menilai kolaborasi tersebut mampu memperkuat promosi produk unggulan Sumatera Utara melalui berbagai agenda strategis sehingga dapat mempercepat UMKM naik kelas, meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Ameriza M. Moesa menjelaskan bahwa KKSU kini telah berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku UMKM dengan dunia usaha, lembaga keuangan, komunitas, asosiasi, hingga pembeli potensial.
Menurutnya, KKSU tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga ruang kolaborasi yang mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing UMKM Sumatera Utara di tingkat nasional maupun global.
KKSU 2026 yang berlangsung sejak 15 hingga 26 Juli 2026 berhasil mencatatkan capaian menggembirakan. Selama pelaksanaan kegiatan, tercapai nilai business matching perdagangan sebesar Rp83 miliar antara UMKM dengan global buyer, aggregator, serta sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Selain itu, berhasil direalisasikan komitmen pembiayaan UMKM senilai Rp22 miliar yang berasal dari perbankan dan lembaga keuangan nonbank.
Sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, pembukaan KKSU 2026 juga dimeriahkan dengan peragaan busana karya desainer Gregorius Vici dari Indonesia Fashion Chamber (IFC) yang mengangkat keindahan wastra khas Sumatera Utara dalam balutan desain modern. Pagelaran tersebut menjadi simbol perpaduan antara pelestarian budaya, inovasi, dan pengembangan industri kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Utara.(bdh/mc)



