Medancyber.com – Dengan mengambil tempat di Aula Sutrisno Hadi Kantor Walikota Tanjungbalai, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis percepatan penerapan sistem informasi ASN dan SIMPEGNAS yang dihadiri Walikota Tanjungbalai H. Waris Thalib S. Ag. MM, yang mewakili Forkopimda, Kepala BKN RI Dr. Ir. Bima Haria Wibisana M. S. Is, Kakan Regional VI BKN Dr. Janry Haposan Simanungkalit S. Si. M. Si serta seluruh OPD, camat dan lurah dilingkungan Pemkot Tanjungbalai pekan lalu.
Dalam sambutannya, Kakan Regional VI BKN Dr. Janry Haposan Simanungkalit S. Si. M. Si mengatakan, pembinaan manajemen ASN adalah koor bisnis di dalamnya, sehingga BKN akan terus melaksanakan pelayanan yang terbaik bagi ASN itu sendiri.
Selama ini pelayanan ASN dilakukan dengan kertas dan manual, maka akan dilaksanakan perubahannya dengan cara digitalisasi dan ada program khusus dari Pemkot Tanjungbalai kepada seluruh ASN yang menerapkan tentang manajemen ini, dan pada gilirannya akan menerima penghargaan tentang komitmen nya terhadap ASN di daerah ini.
Sementara itu, walikota Tanjungbalai H. Waris Thalib S. Ag. MM dalam sambutannya mengatakan, penghargaan dari BKN yang diberikan kepada Pemkot Tanjungbalai akan menjadi percontohan se Indonesia, dengan mempunyai ASN sebanyak 2.511 orang dan juga memiliki anggota legislatif sejumlah 25 kursi yang menjalin kekompakan antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Kota Tanjungbalai menjadi lebih baik, karena komitmen Pemkot Tanjungbalai adalah merubah kebiasaan yang salah agar menjadi kebiasaan yang lebih baik.
“Kami sampaikan saat masyarakat masih belum percaya dengan komitmen kami untuk membenahi dengan cara melatih dan memanfaatkan waktu yang tepat serta kami juga berkomitmen untuk tidak jual beli proyek dan jabatan, kepada ASN agar mengikuti pembelajaran uji kompetensi,” kata Waris.
Dalam paparannya kepala BKN RI Dr. Ir. Bima Haria Wibisana M. S. Is mengatakan bahwa sebanyak 328 instansi pemerintahan sudah meminta sistem aplikasi yang sudah dibuat dan akan memberikannya mengingat arahan dari Presiden RI bahwa harus tetap fokus pada misi besar ini, yaitu reformasi struktural yang harus tetap berjalan, reformasi untuk untuk percepatan dan pemerata pembangunan baik itu berupa reformasi regulasi dan reformasi birokrasi.
Disampaikan, ada tiga reformasi birokrasi yaitu birokrasi yang berdampak dan dirasakan langsung masyarakat, reformasi birokrasi bukan tumpukan kertas dan reformasi birokrasi lincah dan cepat.
Ada juga arahan dari Menteri PAN RB mengatakan bahwa implementasi sistem informasi ASN terhadap tiga layanan yaitu kenaikan pangkat, pensiun dan pindah instansi pemerintah yang seluruhnya menggunakan SI ASN serta pemangkasan proses bisnis layanan kepegawaian.
Permasalahan kualitas data, keakuratan data, keterpaduan data penyebabnya adalah kontribusi ASN dalam proses PDM belum maksimal, proses peremajaan data hanya dilakukan pada saat akan mendapatkan layanan kepegawaian yang dampaknya adalah data anomali, sehingga isu strategis penataan ASN dan pencapaian tata kelola pemerintahan yang baik.
Kegiatan ini ditandai dengan tarian multi etnis, penyerahan sebagai instansi pilot project penerapan manajemen talenta dilingkungan Pemkot Tanjungbalai serta penyerahan SK pensiun secara simbolis dan Penukaran cendera mata. (sad/mc)



