25 C
Medan
Wednesday, 16 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bukan Sekadar Mutu, PalmCo Perkuat Ketertelusuran CPO

Medancyber – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mencatat produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) lebih dari 1,2 juta ton pada semester I-2026.

Pada periode yang sama, tingkat rendemen CPO PalmCo mencapai 23,47 persen dengan rata-rata produktivitas CPO sebesar 2,18 ton per hektare.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan konsistensi mutu dan keandalan pasokan menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, terutama dari segmen business to business (B2B).

“Pelanggan di sektor industri membutuhkan jaminan bahwa bahan baku yang mereka serap diproduksi melalui tata kelola agronomi dan pabrik yang efisien,” kata Jatmiko, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga:  Guru Honor dan Guru Magrib Mengaji Resah, Sudah 2 Bulan Belum Terima Insentif

Menurutnya, capaian produksi dan rendemen tersebut menjadi salah satu indikator kinerja operasional perusahaan. Stabilitas produksi diperlukan untuk memberikan kepastian volume dan spesifikasi bahan baku bagi industri pengguna CPO.

Selain mutu dan pasokan, PalmCo kini juga memperkuat aspek ketertelusuran atau traceability sebagai bagian dari pemenuhan tuntutan pasar.

Direktur Pemasaran dan Sistem Manajemen PTPN IV PalmCo Rury C Baskoro mengatakan transparansi dan ketertelusuran menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Transparansi dan ketertelusuran adalah hak pelanggan yang wajib kami penuhi,” ujar Rury.

Hingga semester I-2026, sebanyak 67 pabrik kelapa sawit (PKS) dan 124 kebun yang dikelola PalmCo telah memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Baca Juga:  Solidaritas Polres Sergai dan Wartawan untuk Keluarga Korban Pembunuhan Tragis

Sertifikasi tersebut mencakup penerapan standar produksi sawit berkelanjutan, antara lain pengelolaan lingkungan, kondisi kerja, serta hubungan dengan masyarakat sekitar perkebunan.

PalmCo menilai penguatan sertifikasi dan ketertelusuran semakin penting seiring meningkatnya persyaratan keberlanjutan dan prinsip environmental, social, and governance (ESG), khususnya dari pembeli yang terhubung dengan pasar ekspor.

Dengan langkah tersebut, perusahaan tidak hanya berupaya menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan CPO, tetapi juga memastikan asal-usul serta proses produksi komoditas dapat ditelusuri sesuai tuntutan rantai pasok global. (*Rsi/Mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles