Goresan : Wiku Sapta, Pemimpin Redaksi medancyber.com
Kok judulnya begitu ya? Tahun se-frekuensi. Kedengarannya mirip gelombang siaran radio saja.
Zaman dulu sekolah, SD sampai kuliah, saya suka dengar musik di radio lewat tape (baca; tep) recorder. Merk tapenya mirip-mirip nama varian korona terbaru. Polytron.
Ups…ternyata cuma menyerempet. Varian Covid 19 itu kan namanya Omicron, bukan Polytron.
Alat elektronika satu ini sangat canggih, di zamannya. Bisa difungsikan untuk mendengar musik dari pita kaset, pun siaran radio. Tinggal alih tombol fungsi saja, sesuai sorghnya kita.
Putar tuning channelnya, sampai siaran radio kedengaran jelas. Tapi harus benarbenar pas menentukan gelombang frekuensinya ya.
Kalau tak pas, alamat hanya mendengar suara berisik. Kresek kresek kresek. Jika belum jernih juga, cobalah tarik tiang antenanya. Maka dijamin suaranya kedengaran nyaring, bersih dan double stereo. Eheheeee.
Kisah jadul soal frekuensi ini sebenarnya hanya pemanis belaka. Saya bingung milih tema apa sebagai pembuka kata di usia 1 tahun Medancyber.com. Di 20-02-2022 ini. Yang sebelumnya bemama Zona Berita.
Pencetus nama itu, tunggal. Budenk, junior saya di Posmetro Medan (Jawa Pos Grup). Ia cetuskan saat diskusi tipis-tipis dengan beberapa kawan jurnalis. Di pondok Istana Mengaji Jalan Sempurna, Teladan.

Kini pondok itu sudah kembali rata dengan tanah. Pondoknya dirubuhkan karena sesuatu hal. Balik lagi kawasan itu jadi Istana Iblis. Google map yang menamai begitu. Bukan saya.
Dari situlah, pasca belanja domain dan tetekbengek kemediaonline-an, Medancyber mulai merangkak. Mencetak kaos berlogo MC, membentuk WAG (grup WA) yang solid (dengan ratusan anggota) dan sudah pula memiliki cabang di Blora, Jawa Tengah. Habibi nama wartawannya di sana. Anak Medan yang uji keberhasilan ke tanah Jawa.

Di grup WA, pesertanya beragam. Sangat bernuansa, liberal, religius dan bersosial. Mulai dari yang tak melek media sama sekali, DJ, Ketua OKP sampai yang ahli bertempur (perang beneran), pun ada. Unik kan?
Ada Robby CK, Yudha, Pangeran Akbar, Mamed Farel dan lainnya yang maaf kalau disebutkan satu-satu, jelas menyiksa saya. Mereka masih muda dan lovers Medancyber yang militan. Tapi yang utama, mereka perhatian terhadap media.
Belakangan hadir Bang Jafar Sidik, jurnalis muda dari Posmetro Medan, di masanya. Nuansa heterogen inilah yang patut disatukan frekuensinya.
Pun meminjam kalimatnya ustad Aa Gymnastiar diakun tweeter Karni Ilyas Club. Tapi saya hanya berani meminjam sepenggal kata. “Sefrekuensinya ” saja. Komentar lainnya, mohon maaf, saya abaikan. Karena bukan ranah, hak dan kapasitas saya menjiplaknya.
Menurut saya pribadi, Istilah sefrekuensi ini amat pantas kami (seluruh kru medancyber.com) sematkan di dirgahayu tahun pertama. Agar kami betul-betul bekerja dalam satu frekuensi. Satu saluran. Satu semangat dan satu hati, juga satu jiwa membangun system.
Serangkai kata membesarkan salah satu media online berbasis di Medan, Sumatera Utara ini.
Yang kini persis di 1 tahun usianya, tangguh mengibarkan akun platform news (narasi maupun video) ke berbagai media sosial yang ada. Mewabah dari Whatsapp, Facebook, IG, Hello hingga Tiktok.
Sefrekuensi pun diharapkan berlaku kepada mitra kerja. Untuk memperlancar saluran komunikasi dan silaturahmi. Demi ambisi menampung aspirasi.
Inilah sekelumit wujud kehadiran dan inovasi kami. Agar mendapat kepercayaan umat dan kelak menjadi media yang bermartabat serta membawa berkah kepada siapa saja. Amin ya robbalamin. (**)



