32 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemerintah Beri BLT Rp1 Juta untuk Pekerja Bergaji di Bawah Rp3,5 Juta

Medancyber.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi gaji sebesar Rp1 juta per penerima. Bantuan diberikan untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta.

“Ada program baru yang diarahkan pak presiden yaitu bantuan subsidi upah untuk gaji yang di bawah Rp3,5 juta, besarnya Rp1 juta per penerima,” ungkap Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Selasa (5/4).

Pemerintah, kata dia, menganggarkan dana sebesar Rp8,8 triliun untuk menyalurkan BLT tersebut. Nantinya, BLT akan diberikan kepada 8,8 juta pekerja.

Baca Juga:  Ditpolair Polda Sumut Amankan Perompak Lautan Bersenjata Airsofgun

BLT subsidi gaji merupakan program perlindungan sosial yang sudah diberikan sejak tahun lalu.

Selain itu, pemerintah juga melanjutkan program bantuan sosial lain pada 2022. Salah satunya Kartu Sembako yang akan diberikan kepada 18,8 juta penerima.

Sementara, pemerintah akan memberikan BLT minyak goreng sebesar Rp100 ribu per bulan untuk masing-masing penerima. Bantuan akan diberikan secara sekaligus tiga bulan dengan total Rp300 ribu per penerima.

“Ini diharapkan dalam Ramadan ini bisa diberikan,” imbuh Airlangga.

Selain melanjutkan program bantuan yang sudah ada, pemerintah juga menyiapkan program bantuan lain. Misalnya, bantuan untuk usaha mikro sebesar Rp600 ribu per penerima kepada 12 juta penerima.

Baca Juga:  47 Hektare Lahan Terbakar: Sumsel Siaga Darurat Karhutla

“Tadi juga ada usulan dari bantuan presiden untuk usaha mikro yang nanti akan juga diagendakan, besarannya Rp600 ribu per penerima,” jelas Airlangga.

Airlangga menyatakan berbagai komoditas yang harganya sudah naik di pasar dunia, yaitu gas alam, batu bara, minyak mentah, minyak kelapa sawit (CPO), hingga gandum. Hal ini berdampak bagi Indonesia.

“Kenaikan berbagai komoditas utamanya pangan maupun energi sebagai akibat daripada geopolitik di Rusia dan Ukraina yang transmisi ke Indonesia dalam bentuk harga, kenaikan harga komoditas, dan juga kenaikan inflasi,” pungkas Airlangga.(cnni/js)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles