Medancyber.com – Terkait merebaknya isu tudingan ‘main mata’ dalam pergantian jabatan kepala sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Binjai yang melibatkan Inspektorat Daerah Kota Binjai, masih berseliweran.
Wali Kota Binjai Amir Hamzah pin bungkam, saat dimintai tanggapan oleh Medancyber.com, Rabu (4/5/2022) kemarin. Orang nomor satu di Kota Rambutan tersebut tak merespon sama sekali saat dikonfirmasi melalui nomor hapenya.
Sebelumnya, Kepala Inspektorat Eka Edi Putra dalam keterangan singkatnya membantah tudingan tersebut. Menurutnya, kehadirannya di berbagai sekolah bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2022.
“Benar, kemarin Inspektorat berkunjung ke beberapa sekolah, tujuannya untuk mengevaluasi pengelolaan Dana BOS oleh pihak sekolah.” jelas Eka via pesan WhatsApp, Selasa (3/5/2022).
Menurutnya, kegiatan evaluasi atau pengawasan adalah tugas pokok dan fungsi Inspektorat sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwal) Kota Binjai Nomor 28 Tahun 2016.
“Tugas dan fungsi kami telah diatur dalam Perwa, tentulah aturan tersebut yang menjadi acuan kerja,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Eka menambahkan, hasil evaluasi Dana BOS akan diberikan kepada sekolah masing-masing.
“Hasil evaluasi tiap-tiap sekolah tentu berbeda, selanjutnya hasil evaluasi akan diserahkan kepada sekolah untuk perbaikan dan tidak lanjut,” pungkas Eka.
Sementara, Ketua PGRI Binjai M Nur yang juga dimintai keterangan terkait tudingan tersebut, mengaku tidak tahu persis tujuan dari kunjungan Inspektorat ke sekolah-sekolah.
“Saya kurang paham tentang itu. Tapi tim dari Inspektorat turun ke lapangan untuk pemeriksaan dan pembinaan tentang lampiran SPJ BOS, hanya itu yang saya tahu, dan itu dilaksanakan setiap tahunnya,” sahutnya, singkat. (js/mc)



