32 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kasus Cacar monyet di AS Diderita Kaum LGBT

Medancyber.com – Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan semua kasus cacar monyet yang ada di AS ditemukan pada pada orang-orang gay, biseksual, dan para pria yang berhubungan seks dengan sesama jenis.

Amerika Serikat pada Kamis (26/5/2022) menyebutkan telah menemukan sembilan kasus cacar monyet di tujuh negara bagian, beberapa di antaranya dialami orang-orang yang belakangan ini tidak punya riwayat bepergian ke luar negeri.

Hingga Rabu (25/5/2022), enam kasus cacar monyet tercatat di Massachusetts, Florida, Utah, Washington, California, Virginia, dan New York, kata Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS kepada para wartawan.

Baca Juga:  Viral Tulisan Pempek Palembang di Tank Perang Rusia

Sebagian besar infeksi yang terdeteksi secara global sejauh ini tidak parah. Banyak kasus infeksi tersebut, tapi tidak semua, dilaporkan terjadi pada para pria yang melakukan kontak seksual dengan sesama jenis.

Gejala-gejala yang tampak antara lain adalah demam dan ruam tertentu yang membengkak.

Semua kasus yang ada di AS ditemukan “pada orang-orang gay, biseksual, dan para pria yang berhubungan seks dengan laki-laki,” kata Direktur CDC Rochelle Walensky saat konferensi pers.

Walensky mendesak agar penanganan dilakukan dengan “panduan berdasarkan ilmu, bukan stigma.”

Baca Juga:  71 Pegawai Imigrasi Dicopot Pasca Pungli WN China

Lebih dari 20 negara, tempat kasus cacar monyet tidak berupa endemi, telah melaporkan wabah viral tersebut. Sekitar 200 kasus dipastikan muncul dan lebih dari 100 dugaan kasus infeksi dilaporkan di negara-negara itu, sebagian besar di Eropa.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara untuk meningkatkan pengawasan terhadap cacar monyet. Kasus pertama cacar monyet di Amerika Serikat dilaporkan muncul di Massachusetts pekan lalu.

Beberapa dari sembilan kasus yang teridentifikasi di AS terjadi pada orang-orang yang baru-baru ini melakukan perjalanan internasional ke daerah-daerah yang dilanda wabah cacar monyet, namun “yang lainnya tidak demikian”, kata direktur CDC, Kamis (26/5/2022).

Baca Juga:  Gubsu Bobby: Listrik di Sumut Sudah Pulih 100 Persen Pasca Blackout

Penyakit itu, yang sebagian besar melanda Afrika bagian barat dan tengah, merupakan infeksi yang bisa menular secara luas dan cepat. Penyakit tersebut pertama kali terdeteksi di Republik Demokratik Kongo pada 1970-an.(ant/js)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles