Medancyber.com – Masalah lelang aset PDAM Tirta Kualo Kota Tanjungbalai menyisakan tanda tanya besar. Bagaimana tidak, belum lagi selesai prosedur lelangnya, tetapi barangnya sudah hilang, alias raib.
Begitu pernyataan Asisten II Pemko Tanjungbalai Susanto SE, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala kantor Inspektorat Kota Tanjungbalai, saat menjawab pertanyaan awak media di Kantor Walikota Tanjungbalai, Rabu (16/11).
Namun sayangnya, ia tak merinci permasalahan yang terjadi tersebut. Sebaliknya, ia menyarankan kepada awak media agar menemui Direktur PDAM Tirta Kualo Kota Tanjungbalai.
“Temui saja direkturnya, dan bicara baik-baik,” katanya, sambil berlalu.
Terpisah, informasi yang diperoleh wartawan, menyebutkan, asset PDAM Tirta Kualo Kota Tanjungbalai yang diduga raib, diantaranya: 1 unit mobil pick up yang diperoleh perusahaan daerah ini pada tahun 1990, di masa direkturnya dijabat oleh Drs. H. Abdul Latif Lubis; 1 unit mobil kijang warna coklat untuk mobil dinas dewan pengawas; 1 unit mobil kijang kapsul warna hijau untuk mobil dinas direktur; 3 unit mobil tangki di tahun 1997 merek Toyota Dyna yang merupakan bantuan dari Penyelenggara Penyediaan Sistim Air Bersih (PPSAB) pada dinas PU Cipta Karya Sumut yang juga memberikan bantuan mesin pompa di tahun 2011.
Kemudian, komputer beserta peralatan kantor lainnya. Diperkirakan asset yang akan dilelang tersebut mencapai Rp400 juta. Namun, tak diketahui dengan jelas peruntukkannya.
“Kami tetap juga tidak gajian selama 7 bulan. Ditambah lagi dengan tunggakan kredit bank kami. Untuk itu kami bermohon kepada Walikota Tanjungbalai agar memperhatikan nasib kami ini. Karena kami butuh makan, biaya sekolah anak dan kebutuhan lainnya,” ujar pegawai PDAM Tirta Kualo Kota Tanjungbalai yang enggan disebutkan namanya.(sad/mc)



