Oleh : ZULFAN NABABAN (Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an Ummahatul Mukminin Batangkuis Deli Serdang SUMUT)
Medancyber.com – Setiap pekerja pasti akan mengharapkan waktu yang baik untuk hasil dan faedah yang maksimal dari setiap usaha yang dilakukannya.
Para Pedagang Pakaian pasti akan gembira menjelang Hari Raya Idul Fitri, karena dipastikan dagangan pakaiannya akan banyak laku terjual dengan untung yang maksimal.
Walaupun letih dan capek dialami saat melayani pembeli yang datang tanpa mengenal waktu. Letih dan capek akan hilang ketika melihat hasil yang diperoleh.
Seorang Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an memimpikan menjadi Insan Bhayangkara apalagi ketika menjelang Perayaan Hari Raya Idul Fitri. Karena dia paham betapa besar manfaat dan faedah yang diperolehnya menjadi Insan Bhayangkara yang bertugas Pengamanan Hari Raya Idul Fitri.
Dia akan memastikan untuk terdepan memilih tugas yang terberat dan tersulit untuk dilakukannya. Dia Ikhlas dan senang bila Komandannya memerintahkan untuk melaksanakan tugas yang terberat dan tersulit itu.
Seperti mengurai kemacetan yang panjang di panas terik matahari yang menyengat walaupun dia sedang berpuasa ramadhan. Dia akan sabar melakukan tugasnya walaupun keringat bercucuran, letih dan capek serta haus yang luar biasa dirasakanya.
Dia paham betapa besar nilai pahala yang akan didapatkannya dari tugasnya itu.
Dia akan memastikan dirinya siap paling depan dengan senang hati dan ikhlas untuk melaksanakan tugas terberat dan tersulit, berharap komandannya memilih dirinya di tengah malam yang gelap.
Mata Kantuk dan badan letih yang menyerang dirinya untuk ditugaskan pengamanan dan mengatur lalu lintas agar para pemudik Lebaran Idul Fitri berjalan lancar, aman dan nyaman.
Mata yang diharamkan diaentuh oleh api neraka adalah mata yang menangis menyesali dosa-doaanya dan mata yang terjaga untuk menjaga keamanan Negeri.
Mata yang kantuk demi menjaga keamanan saudaranya dan kelancaran Para Pemudik untuk merayakan Lebaran Idul Fitri juga termasuk mata yang diharamkan disentuh api neraka, yang bila dibandingkan dengan keuntungan dunia tidak ada apa-apanya dengan keuntungan akhirat yang diperolehnya dalam melaksanakan tugas PAM Lebaran Idul Fitri.
Dia akan bahagia bila dapat menghilangkan kesulitan dan kesusahan dari Para Pemudik lebaran yang kena macet panjang.
Karena sia paham, “Bahwa barangsiapa yang menghilangkan kesulitan dan kesusahan saudaramya di dunia, maka Allah SWT akan menghilangkan kesulitan dan kesusahannya di dunia akhirat. (Hadist Nabi SAW).
Dia akan bahagia melihat senyuman, tawa dan suka ria para pemudik di jalan yang lancar, aman dan nyaman bersama keluarga untuk silaturrahmi berkumpul dengan saudara-saudaranya yang lain dalam suasana kegembiraan di Hari Raya Idul Fitri.
Walaupun dia paham, menjadi Insan Bhayangkara saat tugas PAM Lebaran Idul Fitri tidak akan berkumpul dengan anak-anak dan istrinya yang merindukannya di rumah.
Karena Insan Bhayangkara saat bertugas harus mendahulukan masyarakat untuk dilayani dan dilindungi, apalagi dalam suasana merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Sebenarnya, Insan Bhayangkara juga berhak untuk merayakan Lebaran Idul Fitri bersama anak-anak dan istri serta keluarganya. Tapi hak Insan Bhayangkara telah dikorbankannya demi hak-hak dari masyarakat terpenuhi dalam merayakan Lebaran Idul Fitri.
Di saat pengorbanan hak Insan Bhayangkara dilakukan demi tertunainya hak masyarakat yang dilayani dan dilindunginya, di saat itulah ALLAH SWT Tuhan Yang Maha Kuasa memandang Insan Bhayangkara dengabln Rahmat dan Kasih Sayang serta Keridhoan NYA.
Dan ini di nyatakan ALLAH SWT dalam Al Qur’an Surat Al Hasyr ayat 9 yang berbunyi: Dan Mereka mengutamakan (Orang2 Muhajirin) atas diri Mereka Sendiri,,Sekalipun Mereka dalam kesusahan.
Sangat beruntung sekali menjadi Insan Bhayangkara bila melaksanakan tugas PAM Lebaran Idul Fitri dengan sepenuh hati dan niat ibadah…Pimpinan/Komandan Insan Bhayangkara akan Bangga pada nya dan ALLAH SWT Tuhan Yang Maha Kuasa pasti meridhoi nya..Nikmat yang besar telah diletakkan ALLAH SWT Tuhan Yang Maha Kuasa pada diri Insan Bhayangkara. Dan ini Wajib di syukuri. Agar nikmat2 yang lain akan bertambah.
SELAMAT BERTUGAS WAHAI INSAN BHAYANGKARA,,SEMOGA ALLAH SWT TUHAN YANG MAHA KUASA MEMULIAKAN DIRI MU DAN KELUARGA MU DI DUNIA AKHIRAT KARENA TELAH BERKORBAN DEMI KELANCARAN PERAYAAN HARI RAYA IDUL FITRI,,,,HARI HARI MU YANG TIDAK BERSAMA DENGAN ANAK2,,ISTRI DAN KELUARGA MU SAAT PENGAMANAN LEBARAN IDUL FITRI,,,MOGA ALLAH SWT TUHAN YANG MAHA KUASA MENGGANTI NYA DENGAN HARI HARI YANG MEMBAWA MU DAN KELUARGA MU KEPADA KEBAHAGIAAN YANG HAKIKI DI DUNIA AKHIRAT,,,MOGA DI MUDAHKAN DAN DIJAGA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DIMANA PUN BERADA…AAMIIN.(*)



