25 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

85% Beras Premium di Pasaran ternyata Oplosan: Wilmar dan 3 Produsen Lain Diperiksa Bareskrim

Medancyber.com – Pengamat hukum dari Universitas Bung Karno, Hudi Yusuf, menilai dugaan pengoplosan beras oleh sejumlah produsen besar, termasuk Wilmar Group, adalah kejahatan ekonomi yang merugikan rakyat.
“Rakyat beli beras mahal tapi kualitasnya tidak sesuai. Ini tak pantas dilakukan saat ekonomi sedang sulit,” ujar Hudi, Jumat (11/7).

Apa yang Terjadi?

Menteri Pertanian @a.amran_sulaiman resmi melaporkan 212 produsen ke Kapolri & Jaksa Agung.
Dari 268 merek beras yang diuji:

  • 85,56% tidak sesuai mutu
  • 59,78% melebihi HET
  • 21% tidak sesuai berat kemasan
    Produsen yang Diperiksa Polisi:
  • Wilmar Group (Sania, Sovia, Fortune)
  • Food Station Tjipinang Jaya (Setra Pulen, Alfamidi, Ramos)
  • Belitang Panen Raya (Raja Platinum, Ultima)
  • Sentosa Utama Lestari / Japfa Group
    Potensi kerugian konsumen: Rp99 triliun!
    Padahal, produksi beras nasional diprediksi naik hingga 35,6 juta ton (data FAO 2025).
    Hudi menyerukan:
Baca Juga:  Bocah 12 Tahun Hamil 8 Bulan, Bupati Langkat: Pelakunya Orang Dekat

“Jika terbukti bersalah, cabut izin usaha! Jangan beri keringanan untuk pelanggar berulang!”
Satgas Pangan juga telah menguji puluhan sampel dari seluruh Indonesia: Aceh, Lampung, Sulsel, Yogyakarta, Kalimantan, hingga Jabodetabek.
Pemerintah diminta bertindak tegas demi melindungi konsumen. Jangan sampai skandal ini mengulang pola lama: besar di awal, senyap di ujung.(bdh/mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles