30 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Target Pemulihan Ekonomi Jokowi Tak Realistis

Medancyber.com –

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto menyebut target pertumbuhan ekonomi Jokowi dalam RAPBN tahun 2022 terlalu optimistis.

Eko menjelaskan, Presiden Jokowi selalu menyampaikan optimisme pertumbuhan ekonomi di depan sidang MPR. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi Jokowi tahun 2022 sebesar 5,0-5,5 persen di tengah ketidakpastian akan pandemi Covid-19 tidak realistis karena perekonomian masyarakat belum sepenuhnya bangkit.

“Betapa target 5,0-5,5 persen itu terlalu optimis dan tidak realistis. Secara makro ini adalah tantangan berat,” ujar Eko dalam webinar, Selasa (17/8).

Ia juga mengatakan berdasarkan catatannya, tak pernah sekalipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai target yang ditetapkan Jokowi.

Baca Juga:  Chery Launching OMODA E5 di Medan, Ajak Konsumen Memasuki Masa Depan Tanpa Emisi dengan Mobil Listrik Bergaya Futuristik

“Kalau secara hitungan saja dari pidato presiden, selalu di bawah target. Saya enggak tahu kalau 2021, rata-rata kita masih 3,1 persen (yoy), target 4-4,5. Kalau ini tidak tercapai kan berarti dari seluruh pidato Jokowi selalu di bawah realisasi,” katanya.

INDEF juga menilai penggunaan range dalam penentuan target pertumbuhan ekonomi bisa membuat sektor dunia usaha kesulitan menargetkan berapa pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan. Karena target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan Jokowi tidak fokus pada satu titik angka.

“Ketika target ini bercabang 5-5,5 persen ini akan menjadi mixed signal bagi dunia usaha untuk memfokuskan seberapa optimismenya di angka 5 atau 5,5. Saya sendiri masih memberi catatan ini kayaknya susah untuk kita capai. Realistisnya mungkin masih di bawah 5 persen,” sambungnya.

Baca Juga:  Polrestabes Medan Tembak 4 Bandit Yang Sudah 25 Kali Beraksi

Namun jika pemerintah benar-benar optimis pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh mencapai 5,5 persen di 2022 maka sektor konsumsi, investasi, dan ekspor harus kuat. Meningkatkan tiga sektor ini pun dinilai jadi tantangan bagi Indonesia karena ekonomi masyarakat belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

“Kalau mau mencapai ini ya memang butuh dukungan dari konsumsi, investasi, ekspor secara bersamaan, persoalannya adalah sampai hari ini kita masih mengalami kasus Covid-19 yang tidak ringan. Di luar itu, dukungan kredit masih lambat,” jelas Eko.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,0-5,5 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022. Target ini lebih tinggi dari target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2021 yakni 5 persen.

Baca Juga:  Guru Paud, Siswa SMA hingga Mahasiswa Ikuti SR Camp 2026

Meski demikian, Jokowi juga mengaku masih mewaspadai perkembangan Covid-19 yang sangat dinamis. Ketidakpastian global dan domestik juga jadi sorotan karena bisa menyumbang risiko bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.(be/japs)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles