30 C
Medan
Thursday, 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pupuk Indonesia Pemain Utama Blue dan Green Ammonia di Asia hingga Raih Emisi Korporasi 2022

PUPUK INDONESIA TINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DAN HILIRISASI PRODUK

Medancyber.com – Genap berusia satu dekade, PT Pupuk Indonesia (Persero) bertekad untuk terus memperkuat daya saing bisnisnya. Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan efisiensi produksi pupuk hingga melakukan hilirisasi produk. Caranya dengan membangun pabrik baru Pusri IIIB di Palembang dan Soda Ash di Bontang dan Gresik, dalam waktu dekat ini.

Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, menyebutkan bahwa pabrik-pabrik baru tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing, memberikan nilai tambah, hingga dampak positif di bidang ekonomi dan sosial. Hal tersebut didapatkan melalui peningkatan efisiensi produksi pupuk, efisiensi energi, hingga optimalisasi hasil samping produksi.

“Pada tahun 2022 proyek-proyek tersebut akan masuk pada tahap proses tender dan diproyeksikan akan beroperasi secara komersil pada tahun 2025 mendatang,” jelas Jamsaton.

Selain meningkatkan efisiensi produksi dan hilirisasi produk, proyek pengembangan Pupuk Indonesia grup ini lainnya juga turut berkontribusi atas efisiensi energi. Karena pabrik baru tersebut akan menggunakan teknologi baru yang lebih ramah lingkungan. 

“Efisiensi energi ini didapatkan melalui optimalisasi konsumsi energi hingga pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS),” lanjut Jamsaton.

TERAPKAN DEKARBONISASI, PUPUK INDONESIA RAIH EMISI KORPORASI 2022

Baca Juga:  APBD 2025 Pintu Gerbang Wujudkan Medan Emas 2045

PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali meraih dua penghargaan “Emisi Korporasi 2022” atas upaya perusahaan dalam mengurangi emisi karbon atau dekarbonisasi. Dalam hal ini, Pupuk Indonesia meraih Kategori Green untuk Transparansi Penurunan Emisi Korporasi Sektor BUMN dan Kategori Platinum untuk Transparansi Perhitungan Emisi Korporasi Sektor BUMN.

“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan publik atas upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi konsumsi energi hingga pemanfaatan energi baru dan terbarukan,” jelas SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana.

Penghargaan ini sendiri diselenggarakan oleh Berita Satu Media Holding, Majalah Investor, dan Bumi Global Karbon (BGK) Foundation. Dalam hal ini, Pupuk Indonesia dinilai telah mencapai level kemajuan signifikan dalam penurunan emisi yang mengacu pada standar Greenhouse Gas Protocol.

DIGITALISASI PENEBUSAN PUPUK SUBSIDI DIMULAI DI BALI

Disisi lain, Pemerintah mulai uji coba atau soft launching digitalisasi penebusan pupuk subsidi di Provinsi Bali. Hal ini terjwujud berkat inisiatif lintas kementerian/lembaga (K/L) dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian BUMN, dan Kementerian Pertanian. 

Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Musdalifah Mahmud menyambut baik soft launching implementasi aplikasi Rekan untuk penebusan pupuk bersubsidi di Provinsi Bali. Digitalisasi penebusan pupuk bersubsidi ini akan diterapkan di beberapa kios pupuk lengkap (KPL) sekaligus sebagai pilot project.

Baca Juga:  Pemerintah Putuskan Mobil Ramah Lingkungan Hybrid Tak Dapat Insentif

“Hari ini, kita bersama-sama menghadiri soft launching implementasi aplikasi Rekan di daerah pilot project pertama di Bali. Semoga ini bisa menjadi langkah awal kolaborasi dan sinergi antar Kementerian dan Lembaga dalam proses transformasi tata kelola subsidi pupuk,” demikian ungkap Musdhalifah.

Musdhalifah menyebut implementasi Rekan untuk penebusan pupuk bersubsidi ini juga menandakan bahwa pemerintah terus memberikan kemudahan kepada petani dalam menebus pupuk subsidi di kios.

“Pemerintah terus berupaya memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi melalui digitalisasi dalam pendistribusian dan penebusan pupuk bersubsidi, juga penyusunan data penerima subsidi pupuk agar lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Selain pupuk bersubsidi, aplikasi Rekan juga nantinya dapat mempermudah dan mempercepat kios dalam memproses penjualan pupuk, baik retail, komersil. Musdalifah berharap penebusan pupuk bersubsidi secara digital ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem pendataan petani yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian.

PUPUK INDONESIA TARGETKAN JADI PEMAIN UTAMA BLUE DAN GREEN AMMONIA

PT Pupuk Indonesia (Persero) sedang menyiapkan diri menjadi pemain utama untuk blue ammonia dan green ammonia di Asia. Kedepan, kedua jenis ammonia ini akan sangat dibutuhkan untuk keperluan energi ramah lingkungan dunia. Pemanfaatan energi ramah lingkungan ini juga sejalan dengan upaya perusahaan untuk mengurangi emisi karbon atau dekarbonisasi.

Baca Juga:  USU Tambah 3 Guru Besar

“Volume perdagangan ammonia untuk saat ini mencapai 21 juta ton di seluruh dunia. Namun pada tahun 2030, volume perdagangan ammonia untuk sumber energi diprediksi mencapai 30 juta ton,” sebut Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Bakir Pasaman.

Oleh karena itu, lanjut Bakir, pemanfaatan energi ramah lingkungan ini juga harus dioptimalkan kedepannya. Karena saat ini Pupuk Indonesia adalah pemain utama ammonia di Indonesia.

Green energy ini yang sangat menarik, artinya sebagai pemain ammonia tentunya kita menjadi leading sector di Indonesia, atau di wilayah Asia sebagai produsen blue ammonia maupun green ammonia,” ungkap Bakir.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Bakir menyebutkan bahwa Pupuk Indonesia sudah melakukan berbagai macam kerjasama. Selain itu, Pupuk Indonesia juga telah memiliki peta jalan atau roadmap, yang terdiri dari tiga tahap.

Namun demikian, untuk mewujudkannya, Bakir mengungkapkan terdapat sejumlah tantangan, diantaranya membutuhkan investasi yang besar. Namun, Pupuk Indonesia sudah memiliki kerjasama dengan Pertamina dan PLN untuk memanfaatkan ammonia untuk mendukung penyediaan energi baru dan terbarukan. (Rsi/Mc)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles